Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Sulawesi Selatan

Guru SD Diperlakukan Kasar Saat Lapor ke Polsek, Netizen: Lebih Baik Lapor Damkar

Guru SD Diperlakukan Kasar Saat Lapor ke Polsek, Netizen: Lebih Baik Lapor Damkar
Selasa, 05 Agustus 2025 06:47 WIB

JAKARTA – Seorang guru di SDN Borong, Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami pengalaman tak menyenangkan saat melapor kasus pencurian ke Polsek Manggala. Evawaty Bahtiar, 33 tahun, mengaku mendapat perlakuan kasar dari Briptu Afrizal saat membuat laporan kehilangan barang berharga miliknya.

Kasus ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah terekam dalam unggahan akun @makasar_iinfo. Warganet merespons dengan kecaman keras terhadap perlakuan oknum tersebut.

“Lain kali lapor damkar saja, lebih ramah,” sindir akun @daeng_ibas di kolom komentar.

Evawaty menceritakan awalnya ia dilayani dengan baik ketika pertama kali datang ke kantor polisi pada Sabtu (2/8/2025). Namun keesokan harinya, saat membawa bukti tambahan, ia dibentak saat baru mulai menjelaskan maksud kedatangannya.

“Saya beri salam, dia jawab ‘apa’. Saat saya jelaskan mau bikin surat kehilangan, dia langsung membentak,” ungkap Evawaty.

Barang-barang yang dilaporkan hilang antara lain KTP, STNK, kartu ATM, dan laptop. Namun, Evawaty justru merasa direndahkan oleh petugas yang mempertanyakan status sosialnya dan penting tidaknya laporan itu.

“Dia bilang, ‘Siapako? Tidak penting dilayani, tidak pentingjako’,” tambahnya.

Pihak kepolisian disebut telah menindaklanjuti laporan ini secara internal. Briptu Afrizal juga telah meminta maaf secara langsung kepada korban.

Kasus ini memunculkan kembali sorotan publik terhadap standar pelayanan di institusi penegak hukum, terutama dalam menangani laporan dari masyarakat umum, termasuk guru dan warga sipil lainnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:gelora.co
Kategori:e-Sports, Sulawesi Selatan
wwwwww