Guru SD Diperlakukan Kasar Saat Lapor ke Polsek, Netizen: Lebih Baik Lapor Damkar
![]() |
JAKARTA – Seorang guru di SDN Borong, Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami pengalaman tak menyenangkan saat melapor kasus pencurian ke Polsek Manggala. Evawaty Bahtiar, 33 tahun, mengaku mendapat perlakuan kasar dari Briptu Afrizal saat membuat laporan kehilangan barang berharga miliknya.
Kasus ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah terekam dalam unggahan akun @makasar_iinfo. Warganet merespons dengan kecaman keras terhadap perlakuan oknum tersebut.
“Lain kali lapor damkar saja, lebih ramah,” sindir akun @daeng_ibas di kolom komentar.
Evawaty menceritakan awalnya ia dilayani dengan baik ketika pertama kali datang ke kantor polisi pada Sabtu (2/8/2025). Namun keesokan harinya, saat membawa bukti tambahan, ia dibentak saat baru mulai menjelaskan maksud kedatangannya.
“Saya beri salam, dia jawab ‘apa’. Saat saya jelaskan mau bikin surat kehilangan, dia langsung membentak,” ungkap Evawaty.
Barang-barang yang dilaporkan hilang antara lain KTP, STNK, kartu ATM, dan laptop. Namun, Evawaty justru merasa direndahkan oleh petugas yang mempertanyakan status sosialnya dan penting tidaknya laporan itu.
“Dia bilang, ‘Siapako? Tidak penting dilayani, tidak pentingjako’,” tambahnya.
Pihak kepolisian disebut telah menindaklanjuti laporan ini secara internal. Briptu Afrizal juga telah meminta maaf secara langsung kepada korban.
Kasus ini memunculkan kembali sorotan publik terhadap standar pelayanan di institusi penegak hukum, terutama dalam menangani laporan dari masyarakat umum, termasuk guru dan warga sipil lainnya. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | gelora.co |
| Kategori | : | e-Sports, Sulawesi Selatan |













