Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
23 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
4
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
6 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Home  /  Berita  /  Nasional

Tujuh Siswa Sakit, Mensos: Mungkin Karena Belum Terbiasa Makan Teratur dan Bergizi

Tujuh Siswa Sakit, Mensos: Mungkin Karena Belum Terbiasa Makan Teratur dan Bergizi
Selasa, 05 Agustus 2025 06:35 WIB

JAKARTA – Sebanyak tujuh siswa Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Cibinong, Jawa Barat, tidak hadir dalam acara makan malam bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, Senin (4/8/2025). Ketidakhadiran mereka disebabkan kondisi kesehatan yang menurun, mulai dari sakit perut hingga cacar air.

“Dari 100 siswa yang dijadwalkan hadir, hanya 93 yang mengikuti makan malam. Tujuh lainnya sedang sakit,” ujar Gus Ipul.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat. Mensos menjelaskan, para siswa masih dalam masa adaptasi, termasuk penyesuaian dengan sistem asrama dan pola makan baru.

“Ada yang mengeluh sakit perut. Mungkin belum terbiasa makan enak tiga kali sehari, disediakan buah, susu, dan snack,” ungkapnya.

Gus Ipul menegaskan bahwa penanganan medis telah disiapkan, dan siswa akan dirujuk ke rumah sakit jika dibutuhkan.

Ia juga menyampaikan bahwa situasi serupa terjadi di sejumlah Sekolah Rakyat lainnya. Hal ini, menurutnya, merupakan tantangan dalam memberikan fasilitas yang lebih baik kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Sekolah Rakyat ini gagasan langsung dari Presiden Prabowo. Kami hanya pelaksana,” jelasnya.

Program ini dirancang sebagai jalan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memperoleh pendidikan layak. Harapannya, mereka tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial.

“Lulusan Sekolah Rakyat harus menjadi pribadi berkarakter, cinta keluarga, dan cinta negeri,” pungkas Gus Ipul. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Nasional
wwwwww