Sukses di Polda Metro, Irjen Karyoto Semakin Layak Sebagai Wakapolri
![]() |
| Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto. (ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Selepas Komjen Ahmad Dofiri yang memasuki masa pensiun pada 4 Juni 2025 lalu, tampaknya kursi orang nomor 2 di korp Bhayangkara mengalami kekosongan.
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Bung Karno (UBK) Hudi Yusuf mengungkapkan jabatan Wakapolri bukanlah sebagai posisi simbolik, tetapi sebagai posisi strategis dalam menjalankan fungsi kepolisian secara menyeluruh.
"Banyaknya pejabat Polri yang ditugaskan memimpin instansi di luar kepolisian, sehingga menganggap aneh jika posisi Wakapolri dianggap tidak penting hanya karena alasan efisiensi anggaran," ungkap Hadi baru-baru ini.
Mabes Polri pun merespon terkait pertanyaan-pertanyaan siapa sosok yang pantas untuk mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam menjalankan tugas menjaga Kamtibmas secara nasional.
Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan mereka yang akan mengisi jabatan Wakapolri yang berdedikasi dan berintegritas. "Bisa menggantikan Wakapolri yang lama, Pak Dofiri,” kata Irjen Sandi Nugroho kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Ia menyebut syarat yang akan menjabat Wakapolri tidah harus perwira tinggi Polri yang sudah berpangkat bintang 3 atau Komjen. Namun perwira tinggi berpangkat bintang 2 atau Irjen berhak mengisi kursi Wakapolri dengan syarat-syarat tertentu.
"Pernah Kapolda Metro itu menjadi Wakapolri. Ada beberapa jabatan di Polri, Bintang 2, tetapi eselonnya sudah sama dengan Bintang 3," ujarnya.
Dari persyaratan Sandi untuk menuju Bhayangkara 2 pun sudah ada pada diri Irjen Karyoto. Oleh karena itu, Sandi mengatakan salah satu jabatan Irjen yang setara dengan Komjen yakni jabatan Kapolda Metro Jaya.
"Waktu itu ada Pak Gatot (Gatot Eddi Pramono) pernah menjadi Wakapolri dari Polda Metro Jaya. Namun yang pasti bahwa siapapun yang terpilih nanti adalah Pati terbaik Polri untuk menggantikan Pak Dofiri," jelas Sandi.
Meski begitu, Sandi memastikan bahwa proses pemilihan Wakapolri akan berlangsung dengan teliti dan ketat. Termasuk, semua pilihan itu nantinya juga akan disetujui oleh Kapolri dan Presiden.
"Pak Kapolri juga akan mengkomunikasikan dengan bapak Presiden sehingga nanti menjadi harmonisasi antara Kementerian Lembaga maupun dengan Kepolisian. Jadi mohon bersabar," ia menjelaskan.
Profil Irjen Karyoto
Lahir di Pemalang, Jawa Tengah pada Oktober 1968. Ia lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 yang berpengalaman di bidang reserse.
Ia satu angkatan dengan Komjen Pol. (Purn.) Drs. Firli Bahuri, M.Si. dan Komjen Tomsi Tohir. Selama menjadi perwira menengah Karyoto pernah menjabat sebagai Kapolres Ketapang pada 2008.
Satu tahun di Kalimantan Barat, Karyoto kemudian dikirim ke Interpol dan dilantik menjadi Kasubbid Infodata Kominter Set NCB. Setelahnya, pindah ke Bareskrim Polri dan menjabat Penyidik Utama Tk. II Dit III/Kor dan WCC.
Tahun 2011, Karyoto menjadi Kasubdit III Dittipidkor Bareskrim Polri. Kemudian Karyoto dimutasi ke Kota Batam, Kepulauan Riau untuk menjadi Kapolresta Barelang. Dua tahun di Kota Batam, Karyoto kembali ke tanah Jawa.
Ia percaya sebagai Direktur Reskrimum Polda DIY 2014. Setahun kemudian kembali bertugas di Bareskrim Polri menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus.
Dalam waktu setahun menjabat Direktur Analis Pemutus Jaringan Internasional BNN pada 2016 selama masa tugas 2 tahun. Lalu pindah ke Analis Kebijakan Utama Bidang Pidkor Bareskrim Polri.
Kapolda hobi sepakbola ini pernah menjadi Wakapolda Sulawesi Utara. Setahun di Polda Sulut, Karyoto kembali ke Yogyakarta sebagai Wakapolda DIY. Namun April 2020 diberi tugas dari Kapolri untuk menjabat Deputi Penindakan di KPK. Sehingga pangkat Brigjen beralih ke Irjen alias pangkat jendera bintang 3.
Irjen Karyoto mengatakan di hadapan para Bintara Polri Tahun Anggaran 2025 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya, menjadi anggota Polri bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa yang harus dijalani dengan dedikasi dan semangat pengabdian.
"Polisi itu adalah jalan hidup. Jiwa polisi adalah jiwa penolong, siap hadir kapan pun dan dimana pun masyarakat membutuhkan,” katanya
Ia pun memberi selamat kepada 637 peserta didik yang dinyatakan lulus seleksi dan mulai menjalani pendidikan kepolisian.
"Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Pendidikan ini bukan hanya membentuk fisik, tetapi juga membangun mental, karakter dan integritas sebagai Bhayangkara sejati," kata Karyoto. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | PON, Badminton, DKI Jakarta |












