Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Voli

Bamsoet Ingatkan Pertahanan Kuat Menjadi Kunci Ekonomi Tangguh

Bamsoet Ingatkan Pertahanan Kuat Menjadi Kunci Ekonomi Tangguh
Bamsoet saat menghadiri pembekalan Retret KADIN oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Ist)
Senin, 11 Agustus 2025 20:06 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Pertahanan & Keamanan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bambang Soesatyo menegaskan pentingnya kekuatan pertahanan nasional sebagai fondasi utama untuk menopang ketahanan dan kemajuan ekonomi nasional.

Dunia usaha membutuhkan kepastian dan stabilitas jangka panjang yang hanya bisa dicapai jika sistem pertahanan nasional berada dalam kondisi kuat dan siap menghadapi segala bentuk ancaman.

"Saya sepakat dengan Presiden Prabowo Subianto, apabila kita bicara ekonomi, jangan pernah lepas dari isu pertahanan. Dunia usaha bergerak kalau ada kepastian, dan kepastian itu lahir dari kekuatan, baik militer, pangan, energi, hingga siber. Tanpa itu, ekonomi kita akan selalu rapuh ketika diguncang krisis global," ujar Bamsoet usai mengikuti pembekalan Retret KADIN 2025 oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, di Jakarta, Kamis malam (7/8/25).

Hadir antara lain Ketum KADIN Indonesia Anindya Bakrie, para pengurus pusat KADIN Indonesia serta para ketua KADIN provinsi seluruh Indonesia dan asosiasi dibawah KADIN.

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, penguatan pertahanan harus dilihat sebagai bagian integral dari strategi pembangunan ekonomi, bukan sebagai beban anggaran negara. Upaya pemerintah dalam memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), merevitalisasi industri pertahanan dalam negeri seperti PT Pindad dan PT PAL, serta rencana penguatan ekosistem industri strategis nasional, perlu didukung oleh semua pihak.

Tak hanya fokus pada sektor militer, Bamsoet juga menyoroti urgensi membangun ketahanan pangan nasional. Ketergantungan pada impor komoditas strategis seperti beras, jagung, gula, dan kedelai telah menjadi titik rawan bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dalam 10 tahun terakhir, jumlah petani di Indonesia menyusut drastis. Dari 31,7 juta orang di tahun 2013 menjadi sekitar 29,3 juta pada tahun 2023.

"Ketahanan pangan merupakan bagian dari pertahanan nasional. Kita tidak bisa berharap ekonomi tumbuh kalau logistik pangan rapuh. KADIN siap bersinergi dengan pemerintah untuk memperkuat produksi dalam negeri dan memperluas jaminan pasar bagi petani," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengingatkan pentingnya mitigasi risiko strategis dalam dunia usaha. Termasuk dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ancaman siber. Dalam laporan internal KADIN, disebutkan bahwa sebanyak 68 persen pelaku usaha belum memiliki sistem perlindungan siber yang memadai, padahal risiko serangan digital terus meningkat.

"Kita butuh literasi pertahanan dalam arti luas. Dunia usaha harus sadar bahwa ancaman itu bukan cuma fisik. Serangan digital bisa lumpuhkan sistem logistik nasional, bisa mengganggu transaksi keuangan, bisa bikin ketakutan investor. Ini harus menjadi perhatian bersama," pungkas Bamsoet. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Nasional, Voli, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww