Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Kiprah Pelatih Asal Belanda Warnai Super League 2025/2026

Kiprah Pelatih Asal Belanda Warnai Super League 2025/2026
Pelatih Persis Solo, Peter de Roo. (ileague.id)
Rabu, 13 Agustus 2025 21:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Persaingan 18 kontestan di kasta tertinggi BRI Super League 2025/2026 sudah dimulai. Fenomena sejumlah tim pada musim baru ini dengan dipimpin pelatih kepala asal Belanda menjadi atmosfer baru yang memberikan warna tersendiri.

Persis Solo dengan pelatih Peter de Roo, PSIM Yogyakarta dengan Jean-Paul Van Gastel, di Bali United FC ada Johnny Jansen dan tentunya ada Jan Olde Riekerink di Dewa United Banten FC.

Dan tiga nama pertama adalah para debutan di pentas sepak bola Indonesia. Dari deretan nama-nama asal Negeri Kincir Angin ini, pekan perdana BRI Super League 2025/26 menghadirkan hasil yang beragam untuk para pelatih asal Belanda itu.

Peter de Roo bersama Persis Solo dan Van Gastel bersama PSIM mencatat hasil maksimal. Persis Solo yang dijamu Madura United FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (9/8) berhasil menang dengan skor 2-1 lewat gol dua pemain asal Jepang, Kodai Tanaka dan Sho Yamamoto.

Hasil maksimal juga didapat tim PSIM yang menjalani laga tandangnya melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (8/8). Gol Nolberto Vidal di penghujung babak kedua menjadi kunci kemenangan PSIM dengan skor tipis 1-0.  

Sedangkan pelatih asal Belanda lainnya yakni Johnny Jansen harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat timnya Bali United ditahan Persik Kediri di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Minggu (10/8).

Sedangkan Jan Olde Riekerink yang musim lalu mengkilap bersama Dewa United dengan finis di papan atas, harus gigit jari pada laga perdana musim baru ini.

Dewa United menelan kekalahan 1-3 dari Malut United FC pada laga di kandang sendiri di Banten International Stadium pada Sabtu (9/8). Hasil yang terbilang mengejutkan karena musim ini, Dewa United menjadi salah satu favorit untuk bisa tampil sebagai yang terbaik.

Pelatih Persis Solo, Peter de Roo memberikan komentarnya terkait keberadaan para pelatih Belanda di BRI Super League 2025/26 ini.

“Saya pikir, sudah ada dua tim top di Indonesia yang dilatih oleh pelatih asal Belanda. Namun saat ini, masih terlalu dini untuk berbicara juara, dan Persis Solo harus bermain lebih baik dari laga perdana ini jika ingin berbicara tentang meraih trofi,” kata Peter de Roo.

Dia juga mengatakan label kewarganegaraan tak harus jadi sorotan berlebih. Baginya, terpenting adalah kualitas pelatih, bukan asal negara sang pelatih. “Mestinya, ini tentang mereka yang menambah kualitas di kompetisi ini, bukan dari mana mereka berasal,” pungkasnya. ***

wwwwww