Kasus Nikita Mirzani dan Desakan BLBI Jadi Beban Sentimen Saham BCA
![]() |
| PT Bank Central Asia Tbk (BCA) |
JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tengah menjadi sorotan publik setelah sahamnya melemah ke Rp8.700 per lembar pada perdagangan Jumat (15/8/2025). Selain faktor teknis pasar, turunnya saham BCA diyakini dipicu oleh dua isu besar yang menyeret reputasi bank swasta terbesar di Indonesia itu.
Pertama, kasus aktris Nikita Mirzani yang meluapkan kekecewaan usai data rekening pribadinya dipaparkan dalam sidang kasus dugaan TPPU di PN Jakarta Selatan. Ia menuding privasinya sebagai nasabah prioritas tidak dijaga. “Itu bukan hanya soal kasus, tapi juga pendapatan saya dari film hingga off-air tercatat di rekening. Privasi saya dilanggar,” ujarnya. Nikita bahkan mengancam akan mensomasi BCA.
Merespons tudingan itu, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, menegaskan pihaknya patuh pada hukum. “BCA tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku, termasuk jika ada permintaan data dari aparat penegak hukum. Kami tetap menjaga keamanan data nasabah sesuai aturan,” jelasnya.
Kedua, wacana lama tentang skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kembali mencuat. Ekonom UGM Sasmito Hadinegoro menilai pemerintah berhak mengambil kembali 51 persen saham BCA tanpa kompensasi, demi mengamankan aset negara. “Ini bukan sekadar soal bank, tapi soal membongkar dugaan mafia keuangan yang menguasai aset BLBI,” tegasnya.
Meskipun fundamental BCA dianggap solid oleh analis pasar, dua isu tersebut dinilai memperkuat tekanan sentimen. “Target harga BBCA jangka panjang tetap Rp12.500, tapi sentimen publik jelas bisa menggerakkan harga jangka pendek,” kata Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta.
Kini, investor dan publik menunggu bagaimana BCA serta pemerintah menyikapi dua isu besar tersebut. Pasalnya, selain menyangkut stabilitas pasar, kasus ini juga menyentuh kepercayaan masyarakat terhadap kerahasiaan data perbankan dan akuntabilitas skandal keuangan nasional. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | okezone.com |
| Kategori | : | KONI, Beladiri, DKI Jakarta |











