Bukan Sekadar Diam, Lomba Melamun di Yogyakarta Jadi Simbol Merayakan HUT ke-80 RI dengan Tenang
![]() |
| Tugu Yogyakarta |
YOGYAKARTA – Di tengah hiruk pikuk perayaan Hari Kemerdekaan yang biasanya penuh lomba tarik tambang hingga balap karung, warga Kotagede, Yogyakarta, memilih cara berbeda. Mereka menggelar Lomba Melamun di kawasan cagar budaya Bokong Semar, Senin (18/8/2025).
Ajang ini digagas Lokanusa Kotagede bersama Tamasya Karsa dan Life at Kotagede, terinspirasi dari tradisi serupa di Jepang. “Kami ingin menghadirkan perayaan yang santai, menenangkan, tapi tetap menghadirkan senyum,” kata perwakilan Lokanusa.
Meski terdengar sederhana, lomba ini punya konsep serius. Peserta diuji untuk bertahan melamun tanpa terganggu, lalu dipilih pemenang berdasarkan tiga kategori unik: Si Paling Ekspresionis, Si Paling Bertahan Lama, dan Si Paling Macak. Juri berasal dari kalangan praktisi mindfulness hingga pegiat slow living, menjadikan acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga refleksi.
Pesan yang ingin dibawa: melamun bukanlah kemalasan. Di era serba cepat, melamun bisa menjadi jeda untuk menata pikiran, menenangkan hati, sekaligus bentuk perlawanan lembut terhadap tekanan hidup. “Melamun, melambat, dan nggak ngapa-ngapain itu nggak apa-apa,” ujar panitia.
Antusiasme warga cukup tinggi. Lebih dari 100 peserta dari dalam dan luar Yogyakarta telah mendaftar. Lomba ini terbuka untuk umum, gratis ditonton, dan pemenangnya akan membawa pulang piala, hadiah voucer, hingga gelar kehormatan Pelamun Handal.
Menariknya, penyelenggara berencana menjadikan lomba ini tradisi tahunan dengan lokasi berbeda agar semakin banyak orang bisa merasakan nikmatnya “merdeka dalam diam.” ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Hiburan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta |













