Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Hiburan

Bukan Sekadar Diam, Lomba Melamun di Yogyakarta Jadi Simbol Merayakan HUT ke-80 RI dengan Tenang

Bukan Sekadar Diam, Lomba Melamun di Yogyakarta Jadi Simbol Merayakan HUT ke-80 RI dengan Tenang
Tugu Yogyakarta
Sabtu, 16 Agustus 2025 12:12 WIB

YOGYAKARTA – Di tengah hiruk pikuk perayaan Hari Kemerdekaan yang biasanya penuh lomba tarik tambang hingga balap karung, warga Kotagede, Yogyakarta, memilih cara berbeda. Mereka menggelar Lomba Melamun di kawasan cagar budaya Bokong Semar, Senin (18/8/2025).

Ajang ini digagas Lokanusa Kotagede bersama Tamasya Karsa dan Life at Kotagede, terinspirasi dari tradisi serupa di Jepang. “Kami ingin menghadirkan perayaan yang santai, menenangkan, tapi tetap menghadirkan senyum,” kata perwakilan Lokanusa.

Meski terdengar sederhana, lomba ini punya konsep serius. Peserta diuji untuk bertahan melamun tanpa terganggu, lalu dipilih pemenang berdasarkan tiga kategori unik: Si Paling Ekspresionis, Si Paling Bertahan Lama, dan Si Paling Macak. Juri berasal dari kalangan praktisi mindfulness hingga pegiat slow living, menjadikan acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga refleksi.

Pesan yang ingin dibawa: melamun bukanlah kemalasan. Di era serba cepat, melamun bisa menjadi jeda untuk menata pikiran, menenangkan hati, sekaligus bentuk perlawanan lembut terhadap tekanan hidup. “Melamun, melambat, dan nggak ngapa-ngapain itu nggak apa-apa,” ujar panitia.

Antusiasme warga cukup tinggi. Lebih dari 100 peserta dari dalam dan luar Yogyakarta telah mendaftar. Lomba ini terbuka untuk umum, gratis ditonton, dan pemenangnya akan membawa pulang piala, hadiah voucer, hingga gelar kehormatan Pelamun Handal.

Menariknya, penyelenggara berencana menjadikan lomba ini tradisi tahunan dengan lokasi berbeda agar semakin banyak orang bisa merasakan nikmatnya “merdeka dalam diam.” ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Hiburan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta
wwwwww