Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
3 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Kemenpora

Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup

Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Menpora Erick Thohir saat jadi Inspektur Upacara Peringatan HSP ke-98 di Taman Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.. (Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026 18:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 di Taman Proklamasi, Jalan Penataran Nomor 10, RT.10/RW.2, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Upacara HSP di Taman Proklamasi ini diikuti ratusan peserta meliputi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat beserta jajaran pejabat dan pegawai Kemenpora, serta para pemuda-pemudi Indonesia yang diwakili para peserta Wirasena Youth Camp dan delegasi Singapore–Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP).

Dalam sambutannya bertajuk “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, Menpora Erick mengajak para peserta upacara pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk mengenang peristiwa Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, 98 tahun silam.

Menpora menjelaskan, 98 tahun yang lalu para pemuda Indonesia mengikrarkan sebuah janji yang menyatukan perbedaan dan menguatkan perjuangan. Janji yang dikenal dengan nama Sumpah Pemuda itu melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa yaitu Bangsa Indonesia.

“Hari ini, semangat itu harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” tegas Menpora Erick.

Semangat tersebut, sambung Menpora, harus tetap hidup dalam membangun Indonesia menjadi bangsa yang maju. Tetapi kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang makin canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Kemajuan sejati, kata Menpora Erick, dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama.

“Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,” sebut Menpora.

Lebih lanjut Menpora Erick memaparkan, yang dimaksud patriotik adalah mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata. Sementara gigih yaitu sikap tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Sedangkan berempati yaitu tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya, yang tidak berpaling ketika melihat rakyatnya membutuhkan pertolongan.

“Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” terang Menpora

Karena itu Menpora Erick mengajak para pemuda Indonesia untuk berani bermimpilah setinggi langit dan bekerjalah sekeras mungkin. Sehingga bisa menjadi manusia yang kuat, tetapi jangan sampai kehilangan kelembutan hati.

Menpora mengajak para pemuda Indonesia menjadi generasi yang berani memimpin sekaligus bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya.

“Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” ujar Menpora Erick.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama. Salam Pemuda!” pungkasnya. ***

wwwwww