Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Olympic

Massa Aksi Rusak Pagar Kawat DPR dan Robohkan Separator Busway, Polisi Ingatkan Tetap Tertib

Massa Aksi Rusak Pagar Kawat DPR dan Robohkan Separator Busway, Polisi Ingatkan Tetap Tertib
Separator busway roboh. (Ist)
Senin, 25 Agustus 2025 16:28 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025), diwarnai tindakan anarkis oleh sebagian massa. Sejumlah fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya pagar kawat pengaman yang dirusak dan separator busway yang dirobohkan.

Meski demikian, pengamanan tetap dilakukan dengan pendekatan humanis. Sebanyak 1.250 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemda DKI dikerahkan untuk menjaga jalannya aksi agar tetap kondusif tanpa melibatkan penggunaan senjata api.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menegaskan, kepolisian menghormati kebebasan berpendapat, namun tetap meminta agar peserta aksi tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat maupun merusak fasilitas umum.

“Silakan menyampaikan pendapat, tapi mari kita lakukan dengan cara yang tertib dan sesuai aturan hukum. Jangan sampai merusak fasilitas publik, karena itu justru merugikan masyarakat luas,” ujar Ade Ary.

Ia juga mengingatkan agar publik tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar, terutama yang beredar di media sosial dan dapat memicu kegaduhan.

“Jangan terprovokasi oleh berita negatif. Bijaklah dalam menerima informasi, tetap jaga persatuan, dan jangan melakukan hal-hal yang merusak ketertiban umum,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan, polisi melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan Gedung DPR/MPR RI selama aksi berlangsung dan disarankan menggunakan jalur alternatif. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Olympic, Nasional, Kriminal, Voli, DKI Jakarta
wwwwww