Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
10 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
13 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
8 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Olympic

Indonesia Disorot Global: Protes Besar, Polisi Dikritik, Ekonomi Terguncang

Indonesia Disorot Global: Protes Besar, Polisi Dikritik, Ekonomi Terguncang
Ilustrasi suasa demo buruh 28 Agustus 2025.
Minggu, 31 Agustus 2025 06:40 WIB

JAKARTA – Dunia kini tengah menatap Indonesia. Rentetan demonstrasi besar pada 28–29 Agustus 2025 mendapat sorotan luas dari media internasional, yang menilai aksi massa bukan sekadar respons spontan atas tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan, melainkan akumulasi dari ketidakpuasan sosial, ekonomi, dan politik.

BBC menyebut pemakaman Affan yang dihadiri ribuan pengemudi ojol menjadi simbol kemarahan rakyat. Media Inggris itu menyoroti bentrokan di berbagai kota, dari Jakarta hingga Makassar, di mana kantor DPRD terbakar dan menewaskan tiga orang. BBC menilai peristiwa ini adalah “ujian awal yang sulit” bagi Presiden Prabowo Subianto.

Al Jazeera menyoroti jarak yang kian lebar antara elite dan rakyat. Tunjangan rumah Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR dijadikan contoh kebijakan yang memperlihatkan ketidakadilan di tengah tingginya biaya hidup. Menurut media Qatar ini, kemarahan publik tak lepas dari isu struktural: upah minim, pajak memberatkan, dan inflasi yang terus menghantam rakyat.

Dari Asia, The Diplomat menekankan bahwa aksi massa sudah mengartikulasikan tuntutan jelas: hentikan outsourcing, bentuk satgas PHK, dan lakukan reformasi pajak tenaga kerja. Bagi mereka, demonstrasi kali ini adalah cermin dari jurang sosial-ekonomi yang kian melebar.

Sementara itu, Bloomberg lebih menyoroti dampak politik-ekonomi. Pasar keuangan goyah, saham jatuh 1,5 persen, rupiah melemah, dan investor cemas dengan ketidakstabilan politik. Bloomberg juga mengutip analis yang menyebut Prabowo kini berada di “jalur tabrakan” antara mahasiswa yang menuntut keadilan dan investor yang menuntut stabilitas.

Sorotan media asing memperlihatkan bahwa krisis kepercayaan rakyat Indonesia kini telah menjadi perhatian dunia. Bagaimana pemerintah merespons, akan menentukan apakah Prabowo bisa menjaga jalur demokrasi atau justru kehilangan legitimasi di mata rakyat maupun komunitas internasional. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Basket, DKI Jakarta
wwwwww