Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
11 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
15 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
10 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Instruksi Tegas Prabowo: Legislator Gerindra Wajib Turun ke Rakyat, Bukan ke Luar Negeri

Instruksi Tegas Prabowo: Legislator Gerindra Wajib Turun ke Rakyat, Bukan ke Luar Negeri
Waketum Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono
Minggu, 31 Agustus 2025 07:50 WIB

JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang meledak di berbagai kota memaksa elite politik bergerak cepat. Fraksi Partai Gerindra DPR RI resmi melarang seluruh anggotanya melakukan kunjungan ke luar negeri. Kebijakan itu diambil setelah arahan Ketua Umum sekaligus Presiden, Prabowo Subianto.

Ketua Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono, menegaskan bahwa anggota fraksi harus sepenuhnya berada di tengah masyarakat. “Saat ini tidak ada alasan untuk pergi ke luar negeri. Anggota DPR Gerindra harus hadir bersama rakyat, mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).

Budi menambahkan, Fraksi Gerindra juga menyiapkan langkah berani: mengevaluasi dan bahkan siap menghentikan tunjangan DPR yang selama ini dianggap mencederai rasa keadilan. “Kami mendengar suara rakyat. Jika tunjangan itu menyakiti hati masyarakat, kami siap menghapusnya,” katanya.

Gelombang protes belakangan memang dipicu oleh kesenjangan mencolok antara wakil rakyat dan rakyat yang diwakilinya. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyebut pendapatan anggota DPR bisa mencapai Rp250 juta per bulan, sementara mantan Menkopolhukam Mahfud MD menegaskan nilainya bahkan bisa menembus miliaran rupiah.

Langkah Gerindra ini dinilai sebagai upaya meredakan amarah publik sekaligus menjaga kepercayaan. Namun pertanyaan besar tetap menggantung: apakah komitmen ini akan benar-benar diwujudkan, atau hanya respons sesaat di tengah badai kritik rakyat? ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww