Immanuel Ebenezer Terseret Skandal K3, Akui Salah dan Tak Ajukan Praperadilan
![]() |
| Immanuel Ebenezer ditahan bersama sepuluh tersangka lainnya. (liputan6.com/helmi fithriansyah) |
JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, akhirnya buka suara soal keterlibatannya dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Saat menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (2/9/2025), Noel menyatakan siap menanggung akibat perbuatannya.
“Saya mengakui kesalahan saya,” kata Noel. Ia juga menegaskan tidak akan melawan status tersangka dengan jalur praperadilan.
Kasus ini mencuat setelah KPK menetapkan Noel bersama sepuluh orang lain sebagai tersangka pada 22 Agustus lalu. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyebut Noel menerima Rp3 miliar serta sebuah motor dari praktik suap pengurusan sertifikat K3. “Total dugaan aliran dana dari seluruh tersangka mencapai Rp81 miliar,” ujarnya.
Menurut KPK, Noel mengetahui bahkan ikut meminta bagian dari hasil pungutan liar yang dijalankan anak buahnya. “Dia tahu, membiarkan, bahkan meminta hasil pemerasan,” kata Setyo.
Modus yang digunakan ialah mewajibkan buruh membayar Rp6 juta untuk pengurusan sertifikasi K3—padahal biaya resminya hanya Rp275 ribu. Jika tidak membayar, proses sertifikasi diperlambat bahkan dihentikan.
“Bayangkan, Rp6 juta itu lebih dari dua kali lipat rata-rata gaji buruh. Praktik ini sangat memberatkan pekerja,” tegas Setyo.
Dari hasil penyidikan, uang suap digunakan untuk kepentingan pribadi, mulai dari membeli rumah, kendaraan, hingga hiburan.
Selain Noel, pejabat Kemenaker hingga pihak swasta ikut ditetapkan tersangka, termasuk Irvian Bobby Mahendro, Gerry Aditya Herwanto Putra, Subhan, dan mantan Dirjen Binwasnaker Fahrurozi.
Sebelum resmi dicopot dari jabatannya, Noel sempat berharap mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, harapan itu pupus setelah dirinya masuk dalam daftar tersangka KPK.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | PON, Nasional, Voli, Metropolitan, Beladiri |












