Gubernur Pramono Pilih Tidak Hadapi Massa, Katar: Fokus Jaga Jakarta Lebih Penting
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (foto: ppid dki jakarta) |
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menuai dukungan atas keputusannya tidak turun langsung menemui massa aksi dalam gelombang unjuk rasa besar pekan lalu. Menurut Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (Katar), sikap itu bukan bentuk menghindar, melainkan pilihan strategis.
“Target utama aksi adalah DPR dan pemerintah pusat, bukan pemerintah provinsi. Jadi langkah Pramono sudah tepat,” ujar Ketua Katar, Sugiyanto, Selasa (2/9/2025).
Ia menambahkan, bila Pramono nekat mendekati massa, bisa menimbulkan kesalahpahaman politik. “Akan muncul tafsir bahwa ia ingin mengambil alih panggung kebijakan yang seharusnya domain legislatif atau presiden. Itu bisa memicu kegaduhan baru,” jelasnya.
Sugiyanto menilai Gubernur DKI lebih memilih fokus pada pemulihan dan ketertiban Jakarta. “Kita butuh kepala daerah yang sigap menjaga kota tetap kondusif, apalagi situasi Jakarta sudah sangat tegang,” ujarnya.
Terkait perbandingan dengan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang hadir langsung di tengah demonstran, Sugiyanto menegaskan kondisinya berbeda. “Di Yogyakarta dan Jawa Barat, sasaran massa memang pemerintah daerahnya. Wajar jika gubernur mereka hadir. Di Jakarta, isu yang dibawa jelas ditujukan ke DPR RI,” katanya.
Bagi Katar, keputusan Pramono menunjukkan keseimbangan antara menjaga stabilitas ibu kota sekaligus tidak masuk ke ranah yang bukan kewenangannya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | PON, Voli, Metropolitan, Ekonomi |













