Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
24 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
5 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
24 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
7 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
6
Pieter Huistra Sebut Lini Pertahanan PSS Sleman Masih Rapuh
Sepakbola
24 jam yang lalu
Pieter Huistra Sebut Lini Pertahanan PSS Sleman Masih Rapuh
Home  /  Berita  /  PON

Gubernur Pramono Pilih Tidak Hadapi Massa, Katar: Fokus Jaga Jakarta Lebih Penting

Gubernur Pramono Pilih Tidak Hadapi Massa, Katar: Fokus Jaga Jakarta Lebih Penting
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (foto: ppid dki jakarta)
Selasa, 02 September 2025 18:55 WIB

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menuai dukungan atas keputusannya tidak turun langsung menemui massa aksi dalam gelombang unjuk rasa besar pekan lalu. Menurut Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (Katar), sikap itu bukan bentuk menghindar, melainkan pilihan strategis.

“Target utama aksi adalah DPR dan pemerintah pusat, bukan pemerintah provinsi. Jadi langkah Pramono sudah tepat,” ujar Ketua Katar, Sugiyanto, Selasa (2/9/2025).

Ia menambahkan, bila Pramono nekat mendekati massa, bisa menimbulkan kesalahpahaman politik. “Akan muncul tafsir bahwa ia ingin mengambil alih panggung kebijakan yang seharusnya domain legislatif atau presiden. Itu bisa memicu kegaduhan baru,” jelasnya.

Sugiyanto menilai Gubernur DKI lebih memilih fokus pada pemulihan dan ketertiban Jakarta. “Kita butuh kepala daerah yang sigap menjaga kota tetap kondusif, apalagi situasi Jakarta sudah sangat tegang,” ujarnya.

Terkait perbandingan dengan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang hadir langsung di tengah demonstran, Sugiyanto menegaskan kondisinya berbeda. “Di Yogyakarta dan Jawa Barat, sasaran massa memang pemerintah daerahnya. Wajar jika gubernur mereka hadir. Di Jakarta, isu yang dibawa jelas ditujukan ke DPR RI,” katanya.

Bagi Katar, keputusan Pramono menunjukkan keseimbangan antara menjaga stabilitas ibu kota sekaligus tidak masuk ke ranah yang bukan kewenangannya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:PON, Voli, Metropolitan, Ekonomi
wwwwww