Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
2
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
22 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
3
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
7 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
8 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
6
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
11 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Kemenangan Uji Coba Tak Bisa Jadi Jaminan Timnas Sukses di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Kemenangan Uji Coba Tak Bisa Jadi Jaminan Timnas Sukses di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia. (Instagram@Timnas Indonesia)
Jum'at, 05 September 2025 23:28 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Hasil kemenangan telak 6-0 atas Chinese Taipei dalam FIFA Match Day di Surabaya, Jawa Timur, belum menjadi jaminan Timnas Indonesia bakal sukses pada ronde keempat babak Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pengamat sepakbola Alief Syachviar menilai karakter permainan China Taipeh jelas berbeda dengan Arab Saudi dan Irak yang akan jadi lawan di Round 4. “STY dulu menang 9-0 lawan China Taipeh dengan materi pemain tidak sebagus saat ini. Kluivert didukung materi pemain yang lebih bagus tapi permainan terlalu teoritis, bola dari tengah ke sayap lalu crossing. Seharusnya Kluivert bisa menang lebih besar,” ujarnya.

Alief mengatakan target sesungguhnya Timnas adalah lolos Piala Dunia 2026 dari Round 4. “Buat apa ganti pelatih biaya besar dari APBN, belum lagi datangkan pemain naturalisasi baru kalau target tidak lolos. Logikanya kalau target lolosnya tahun 2030 kenapa diganti pelatihnya. Kan mubazir pakai dana APBN untuk Timnas,” katanya.

Menurutnya, Timnas Indonesia diera Patrick Kluivert akan menjadi pertaruhan kepengurusan PSSI saat ini. “Patrick Kluivert itu bagus waktu jadi pemain, tapi reputasi kepelatihannya biasa aja. Dia belum pernah jadi pelatih di Piala Dunia, jadi nanti di round 4 pertaruhan besar. Kalau sampai gagal yang salah yang milih dia,” tambahnya. ***

wwwwww