Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
22 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
20 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Beladiri

Dua Kali Dipanggil KPK, Nama Sudewo Kembali Menguat di Perkara DJKA

Dua Kali Dipanggil KPK, Nama Sudewo Kembali Menguat di Perkara DJKA
Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo
Kamis, 25 September 2025 09:41 WIB

JAKARTA – Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo, kembali menjadi sorotan setelah diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pembangunan dan perawatan jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Sudewo menjalani pemeriksaan pada 27 Agustus dan 22 September 2025. Ia dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai mantan anggota Komisi V DPR RI, komisi yang menjadi mitra kerja Kementerian Perhubungan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut keterangan Sudewo masih terus dianalisis. “Apakah terkait mekanisme pengadaan barang dan jasa, adanya dugaan pengondisian, hingga fee proyek, semua itu didalami,” jelas Budi di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (24/9/2025). 

Nama Sudewo bukan baru sekali disebut. Dalam sidang Tipikor Semarang pada November 2023, jaksa KPK memaparkan penyitaan uang Rp3 miliar dari rumahnya. Jaksa juga mengaitkan dirinya dengan penerimaan dana Rp720 juta dari pegawai PT Istana Putra Agung, serta Rp500 juta dari Bernard Hasibuan melalui stafnya. Namun, Sudewo membantah semua tuduhan itu.

Kasus DJKA sendiri bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah. KPK menemukan dugaan permainan proyek, mulai dari pembangunan jalur ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso, proyek jalur kereta di Makassar, hingga pekerjaan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera. 

Sejak OTT itu, KPK menetapkan 15 tersangka, termasuk pejabat Kemenhub, aparatur sipil negara, hingga dua korporasi. Modus yang terungkap adalah pengaturan pemenang tender sejak awal proses administrasi.

Kini, penyidik tengah menelusuri lebih jauh apakah ada benang merah antara posisi Sudewo di DPR dengan dugaan pengondisian proyek DJKA yang bernilai triliunan rupiah. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Beladiri, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww