Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Automotif

FAKTA Indonesia Adakan Aksi Damai Desak Cukai MBDK Segera Diterapkan

FAKTA Indonesia Adakan Aksi Damai Desak Cukai MBDK Segera Diterapkan
FAKTA Indonesia gelar aksi damai tuntut pemerintah segera terapkan cukai MBDK. (Ist)
Kamis, 25 September 2025 13:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Ratusan massa aksi dari Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia melakukan aksi unjuk rasa samai meminta pemerintah segera menerapkan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

Ketua FAKTA Indonesia, Ari Subagyo Wibowo mengatakan, para peserta aksi damai hari ini tak hanya berasal dari Jakarta. Namun, dari sejumlah kota yang telah mendeklarasikan sebagai Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas.

 
"Ada dari Jogja, Solo, Bandung, dan Jakarta. Mereka ini dari kampung-kampung yang sudah mendeklarasikan kampung sehat untuk menunjukkan kesadaran masyarakat bahwa cukai MBDK penting segera diterapkan dan supaya pemerintah mendengar aspirasi ini," kata Ari, di lokasi Aksi Damai, kawasan Patung Kuda, Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025).
 
Ia berharap, dengan adanya aksi ini pemerintah mau segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah untuk segera menerapkan cukai MBDK. Pasalnya, sejak tahun 2016 sejak aturan cukai ini sudah dirancang, namun hingga kini belum juga diimplementasikan.
 
Menurutnya, Indonesia kalah dengan sejumlah negara tetangga di ASEAN, termasuk Timor Leste yang telah menerapkan cukai MBDK.
 
"Saya harapannya PP ini segera keluar. Jangan hanya janji. Ini kan dirancang tahun 2016. Tahun 2024 dijanjikan. 2025 dijanjikan. Tahun 2006 dijanjikan lagi. Makanya kita menagih janji itu," tegasnya.
 
Ari memastikan, bersiap untuk membawa hal ini ke ranah hukum jika belum juga ada payung hukum yang dikeluarkan pemerintah.
 
Ia menengarai, selama ini ada intervensi dari industri agar penerapan cukai terhadap MBDK tak kunjung berlaku.
 
"Ini jelas ada intervensi industri. Dia tidak mau untuk diatur," jelasnya.
 
Sementara itu, salah seorang peserta aksi damai dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tutik Istiyani mengungkapkan pentingnya penerapan cukai MBDK sebagai bentuk perlindungan pemerintah kapada rakyatnya, khususnya anak-anak yang menjadi generasi emas.
 
Akademisi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada ini mengakui angka prevalensi kasus diabetes dan obesitas di Yogyakarta terus meningkat setiap tahunnya.
 
"Kami selaku pendamping Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas di Yogyakarta sangat mendukung penerapan cukai MBDK. Tidak kalah penting, kita juga memberikan edukasi-edukasi kepada masyarakat," pungkas Tutik.
 
Dalam aksi damai itu, Ari bersama Wakil Ketua FAKTA Indonesia, Azas Tigor Nainggolan menyerahkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretariat Negara agar segera menerapkan cukai MBDK. ***

wwwwww