Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Voli

Anggaran Jumbo MBG, BGN Percaya Dapat Diserap Cepat, Menkeu: Harus Akuntabel

Anggaran Jumbo MBG, BGN Percaya Dapat Diserap Cepat, Menkeu: Harus Akuntabel
Sabtu, 27 September 2025 11:30 WIB

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, pemerintah menekankan aspek kecepatan dan efektivitas penyerapan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan optimistis tahun depan dana Rp335 triliun untuk MBG bisa diserap rata-rata Rp1,2 triliun per hari.

“Target kita mulai awal tahun depan sudah Rp1,2 triliun per hari. Dengan jumlah dapur dan penerima manfaat yang lebih banyak, penyerapannya tidak akan jadi masalah,” kata Dadan di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Dadan juga mengklaim capaian tahun berjalan menunjukkan tren positif. Hingga September, serapan MBG mencapai Rp19,3 triliun, sedikit di atas target Rp19 triliun. “Kita sudah lebih tinggi dari target bulanan. Artinya, program berjalan sesuai jalur,” ujarnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang hadir dalam pertemuan tersebut menilai kinerja BGN cukup meyakinkan. Namun, ia memastikan Kementerian Keuangan tetap melakukan pemantauan lapangan di 20 titik secara acak. “Penyerapannya bagus, tapi tetap harus kami awasi agar betul-betul berdampak pada rakyat dan perekonomian,” tegasnya.

Menurut Purbaya, pemantauan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk menjamin transparansi penggunaan anggaran jumbo. “Saya ingin memastikan program berjalan akuntabel. Kalau ada masalah di audit nanti, itu akan bikin pusing. Jadi lebih baik dicek sejak awal,” katanya.

Ia juga menegaskan evaluasi serapan tidak hanya berlaku untuk MBG, melainkan juga kementerian lain yang mengelola anggaran besar. “Saya putar-putarnya nanti yang gede-gede saja, yang banyak duitnya,” ujarnya.

Program MBG sendiri ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat. Pemerintah berharap percepatan serapan anggaran tidak hanya menunjukkan kinerja fiskal, tetapi juga benar-benar meningkatkan kualitas gizi masyarakat. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Voli, KONI, DKI Jakarta
wwwwww