Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
20 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
23 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  PON

Ribuan Siswa Jadi Korban MBG, Pengelola Didorong Bertanggung Jawab

Ribuan Siswa Jadi Korban MBG, Pengelola Didorong Bertanggung Jawab
Petugas saat menyiapkan paket MBG di Dapur Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan. (foto ilustrasi: dok. antara)
Sabtu, 27 September 2025 15:41 WIB
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah justru berbalik menjadi tragedi. Ribuan siswa di berbagai daerah terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan makanan. Situasi ini memicu desakan agar pengelola dapur tidak hanya dimintai klarifikasi, tetapi juga dimintai pertanggungjawaban hukum.

Ahli Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda, menilai kelalaian pengelola dapur MBG sudah masuk ranah pidana. "Bila ada bukti kuat, maka pidana bisa dikenakan. KUHP maupun aturan lain seperti UU Kesehatan dan UU Pangan dapat digunakan," tegas Chairul, Sabtu (27/9/2025).

Ia menambahkan, kasus ini tidak bisa dipandang sekadar kesalahan teknis. "Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Kalau lalai, harus ada konsekuensinya," ujarnya.

Sementara itu, aparat kepolisian memastikan tengah melakukan pendalaman kasus. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan tim sudah turun ke lapangan. "Proses pendalaman sedang berjalan, hasilnya akan kami sampaikan secara resmi," ungkapnya di Jakarta Selatan, Sabtu (27/9/2025).

Di sisi lain, data Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan tren kasus yang memprihatinkan. Sepanjang Januari hingga September 2025, terjadi 70 kasus keracunan MBG dengan total 5.914 siswa terdampak. Korban terbanyak ada di Pulau Jawa, mencapai 3.610 siswa. Di Sumatra terdapat 1.307 korban, sementara wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara mencatat 997 korban.

Di tengah data tersebut, suara orang tua korban menggema. Mereka mempertanyakan pengawasan pemerintah terhadap dapur MBG. Alih-alih menambah gizi, program ini justru merenggut kesehatan anak-anak mereka. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:Inilah.com
Kategori:PON, Olympic, Voli, Beladiri
wwwwww