Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
21 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
21 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
22 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  KONI

Arus Keluar Modal Asing Tembus Rp2,71 Triliun, Risiko Investasi RI Meningkat

Arus Keluar Modal Asing Tembus Rp2,71 Triliun, Risiko Investasi RI Meningkat
Ilustrasi (net).
Minggu, 28 September 2025 13:53 WIB

JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia belum lepas dari tekanan. Bank Indonesia (BI) mencatat modal asing keluar senilai Rp2,71 triliun dalam rentang 22–25 September 2025. Fenomena ini menambah daftar panjang arus keluar sepanjang tahun berjalan.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, merinci dana asing keluar melalui penjualan bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) Rp2,16 triliun dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp5,06 triliun. Sementara itu, pasar saham masih mencatat aliran masuk Rp4,51 triliun.

“Sejak awal 2025 hingga 25 September, nonresiden membukukan jual bersih Rp51,34 triliun di pasar saham dan Rp128,85 triliun di SRBI. Sebaliknya, di pasar SBN ada beli bersih Rp36,25 triliun,” jelasnya, Sabtu (27/9/2025).

Tekanan eksternal juga makin terlihat dari kenaikan premi Credit Default Swaps (CDS) Indonesia tenor lima tahun yang mencapai 83,18 basis poin, naik dari 69,59 bps pada pekan sebelumnya. Lonjakan CDS mengindikasikan risiko investasi di Indonesia dipersepsikan lebih tinggi oleh pasar global.

Dampak langsung juga terasa di pasar valuta asing. Rupiah ditutup melemah di posisi Rp16.735 per dolar AS pada Kamis (25/9/2025) dan kembali dibuka di level Rp16.750 sehari kemudian. Yield SBN 10 tahun ikut naik menjadi 6,43 persen.

Meski BI menegaskan akan memperkuat bauran kebijakan dan koordinasi dengan pemerintah, derasnya arus modal keluar menegaskan kerentanan pasar keuangan domestik terhadap guncangan global, terutama dari kenaikan yield US Treasury dan penguatan indeks dolar. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Ekonomi, KONI, DKI Jakarta
wwwwww