Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
23 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
6
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Olympic

Ribuan Korban MBG Tak Juga Diselidiki Polri, Penegakan Hukum Dinilai Timpang

Ribuan Korban MBG Tak Juga Diselidiki Polri, Penegakan Hukum Dinilai Timpang
Ilustrasi (net)
Minggu, 28 September 2025 14:00 WIB

JAKARTA – Gelombang kritik semakin deras menyusul kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan ribuan korban. Data BBC Indonesia mencatat sedikitnya 7.119 orang jatuh sakit usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Namun hingga kini, langkah hukum dari aparat tak kunjung terlihat. Mantan Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, mempertanyakan sikap Polri yang seolah membiarkan kasus ini berjalan tanpa kepastian.

"Anehnya, Polri tidak melakukan tindakan hukum penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," tulis Alvin lewat akun X, Minggu (28/9/2025).

Alvin membandingkan perlakuan aparat dalam kasus serupa di masyarakat. Menurutnya, ketika keracunan terjadi di acara hajatan, polisi biasanya cepat memeriksa pemilik hajatan maupun pihak katering.

"Kenapa yang kecil cepat diproses, sementara keracunan massal sebesar ini tidak ada langkah hukum?" sindirnya.

Keresahan publik kian menguat karena kasus MBG bukan sekadar soal teknis distribusi makanan, melainkan menyangkut tanggung jawab negara dalam menjamin keamanan pangan bagi warganya.

Tanpa penyelidikan yang transparan, program yang seharusnya menyehatkan masyarakat justru berpotensi kehilangan kepercayaan. Ribuan korban yang jatuh sakit menjadi bukti nyata bahwa kegagalan dalam pengawasan bisa berdampak luas pada keselamatan rakyat. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww