Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
17 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
17 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
8 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Voli

Swasembada Beras Diklaim Kian Dekat, Tantangan di Lapangan Masih Membayangi

Swasembada Beras Diklaim Kian Dekat, Tantangan di Lapangan Masih Membayangi
Jum'at, 10 Oktober 2025 07:35 WIB

JAKARTA – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan kabar optimistis soal ketahanan pangan nasional. Pemerintah memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor beras selama dua hingga tiga bulan ke depan karena produksi dalam negeri terus meningkat.

“Dua bulan ke depan, kurang lebih tiga bulan insyaallah Indonesia tidak impor lagi, mudah-mudahan tidak ada iklim ekstrem. Kita swasembada,” ujar Amran usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (9/10/2025). 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional hingga awal Oktober 2025 telah mencapai 33,1 juta ton, dan ditargetkan menembus 34 juta ton di akhir tahun. Angka ini naik sekitar 4 juta ton dibandingkan 2024 yang hanya 30 juta ton.

“Ini menunjukkan peningkatan signifikan berkat sinergi antara petani, penyuluh, dan dukungan pemerintah,” kata Amran. 

Namun, sejumlah pengamat menilai optimisme pemerintah harus dibarengi langkah antisipatif terhadap tantangan di lapangan. Perubahan cuaca ekstrem, distribusi hasil panen yang belum merata, dan masalah irigasi disebut masih menjadi faktor krusial yang bisa mengganggu pasokan pangan.

“Produksi memang meningkat, tapi daya serap dan ketahanan distribusi di tingkat daerah masih lemah. Ini yang sering membuat harga beras tetap fluktuatif,” ujar salah satu analis pangan.

Meski begitu, pemerintah tetap menilai capaian 2025 sebagai sinyal positif menuju kemandirian pangan. Jika tren ini berlanjut, Indonesia berpotensi mencapai swasembada lebih cepat dari target empat tahun yang ditetapkan Presiden Prabowo. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Voli, DKI Jakarta
wwwwww