Kerajaan Sawit Keluarga Fangiono Goyang, Martias Kembali Terseret Dugaan Penggelapan Pajak
![]() |
JAKARTA – Nama Martias Fangiono kembali ramai diperbincangkan publik. Sosok yang dikenal sebagai Raja Sawit Indonesia ini kembali muncul, bukan karena ekspansi bisnisnya, melainkan karena dugaan keterlibatannya dalam kasus penggelapan pajak yang menyeret sejumlah perusahaan di bawah bendera First Resources Group dan Surya Dumai Group.
Martias Fangiono merupakan pengusaha sawit keturunan Tionghoa yang membangun imperium bisnis kelapa sawit sejak era Orde Baru. Melalui PT Surya Dumai Industri Tbk, ia berhasil menjadikan perusahaan tersebut sebagai salah satu penguasa sawit terbesar di Indonesia pada masanya.
Namun, perjalanan bisnis Martias tidak selalu gemilang. Pada 2007, ia terjerat kasus korupsi terkait pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit. Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis satu setengah tahun penjara dan denda Rp346 miliar, yang mengguncang fondasi bisnisnya. Tak lama berselang, Surya Dumai Industri pun terlempar dari Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah dinyatakan bangkrut.
Usai keruntuhan itu, nama Martias sempat menghilang dari dunia usaha. Namun, kerajaan sawit keluarga Fangiono tidak benar-benar padam. Putranya, Ciliandra Fangiono, muncul sebagai penerus bisnis melalui perusahaan spin-off bernama First Resources, yang telah berdiri sejak 1992.
First Resources kemudian melantai di bursa Singapura dan berkembang pesat dengan mengelola sekitar 200 ribu hektare kebun sawit di Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan. Meski demikian, ekspansi besar itu kembali memunculkan dugaan praktik bisnis tak transparan melalui jaringan perusahaan yang disebut-sebut sebagai “perusahaan bayangan”.
Dua nama yang kerap dikaitkan dengan struktur bisnis keluarga Fangiono adalah PT Ciliandry Anky Abadi (CAA) dan PT Fangiono Agro Plantation (FAP Agri). Keduanya memiliki alamat kantor yang sama dengan First Resources, dan kepemilikannya disebut masih berada di tangan keluarga besar Fangiono.
CAA dikabarkan berada di bawah kendali istri kedua Martias, Silvia Caroline, bersama dua anaknya, sementara FAP Agri mayoritas sahamnya dimiliki oleh putri Martias, Wirastuty Fangiono. Di sisi lain, Ciliandra Fangiono kini menjadi pemegang kendali utama First Resources Group.
Di bawah kepemimpinan generasi kedua ini, bisnis keluarga Fangiono kembali mencatatkan prestasi besar. Forbes pada 2024 menempatkan Ciliandra sebagai orang terkaya ke-24 di Indonesia, dengan kekayaan mencapai US$2,4 miliar. Bahkan pada 2009, ia sempat tercatat sebagai miliarder termuda di Tanah Air.
Namun kini, gemilang bisnis keluarga Fangiono kembali ternoda. Kasus dugaan penggelapan pajak yang menyeret perusahaan-perusahaan di bawah kendali mereka membuka babak baru dalam perjalanan panjang dinasti sawit ini—dari kejayaan, kejatuhan, hingga sorotan hukum yang belum berakhir. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | KONI, Beladiri, DKI Jakarta |













