Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Olympic

Misteri Kematian PMI di Citarum Terkuak, Dibunuh oleh Teman Sendiri

Misteri Kematian PMI di Citarum Terkuak, Dibunuh oleh Teman Sendiri
Dua Pelaku Pembunuhan PMI Asal Garut yang Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Citarum, Kabupaten Bandung Barat Diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi.
Selasa, 14 Oktober 2025 19:59 WIB

CIMAHI – Kasus tewasnya Iis Nurparida (44), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Garut, akhirnya terungkap. Perempuan yang baru kembali dari Malaysia itu ternyata dibunuh oleh teman dekatnya sendiri dan mayatnya dibuang ke Sungai Citarum, Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Polres Cimahi telah menangkap dua pelaku yang terlibat dalam aksi keji tersebut. Keduanya yakni Cahya Nurdiansyah (31) dan Miftah Fahmi Abdul Hakim (23). “CN adalah teman dekat korban, sedangkan MF diajak CN untuk melakukan pembunuhan,” ujar Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, di Mapolres Cimahi, Selasa (14/10/2025).

Jasad Iis ditemukan warga yang sedang memancing di Sungai Citarum. Saat ditemukan, tubuh korban mengapung dengan wajah terbungkus jaket hitam yang diikat tali. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

Dari hasil autopsi, polisi menemukan bekas jeratan di leher korban, yang menjadi bukti kuat bahwa Iis tewas dibunuh. Penyelidikan cepat dilakukan, hingga akhirnya polisi berhasil mengidentifikasi dua pelaku dalam waktu singkat.

Cahya, yang dikenal cukup dekat dengan korban, lebih dulu diamankan di rumahnya di Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Dalam pemeriksaan, ia mengaku tidak beraksi sendirian. Berdasarkan pengakuannya, polisi kemudian menangkap Miftah di Desa Biru, Kecamatan Majalaya.

Setelah keduanya ditangkap, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan. Teguh menyebut perbuatan tersebut dilakukan dengan perencanaan matang. “Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dijerat dengan Pasal 340 subsider 339 subsider 338 juncto Pasal 365 ayat (3) KUHPidana,” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena korban baru saja pulang ke Tanah Air setelah bekerja di luar negeri. Alih-alih menikmati waktu bersama keluarga, Iis justru meregang nyawa di tangan orang yang dikenalnya sendiri.

Polisi kini masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur dendam atau perebutan harta. “Kami masih menelusuri motif sebenarnya. Yang jelas, pembunuhan ini direncanakan,” tambah Teguh. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww