Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
23 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
21 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
4
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
24 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
5
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
21 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Minta Tolong Media, Erick Thohir: Kritik Boleh, Jangan Sampai Bullying

Minta Tolong Media, Erick Thohir: Kritik Boleh, Jangan Sampai Bullying
Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (Foto: PSSI)
Jum'at, 24 Oktober 2025 23:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyerukan dengan tegas agar media nasional berperan aktif membangun sepakbola Indonesia dengan menjunjung tinggi kebenaran, etika, dan tanggung jawab sosial.

Ia menilai, media memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik dan melindungi para pemain dari dampak negatif pemberitaan yang tidak berimbang.

“Saya minta tolong kepada rekan-rekan media. Tolong bantu kami membangun sepakbola Indonesia dengan benar. Kritik boleh, tapi jangan sampai jadi bullying yang berlebihan,” tegas Erick Thohir di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Erick menyoroti fenomena meningkatnya serangan verbal dan komentar ekstrem terhadap para pemain, baik melalui pemberitaan maupun media sosial. Menurutnya, hal tersebut bisa berdampak buruk bagi mental dan perkembangan pemain muda yang sedang meniti karier di level profesional dan tim nasional.

“Kita punya pemain muda luar biasa, Rizki Ridho, Marselino, dan pemain lain di U-23, U-20, bahkan U-17 yang akan main di Piala Dunia Qatar bisa menjadi generasi emas kita. Mereka aset bangsa. Kalau terus diserang dan di-bully, bagaimana mereka bisa berkembang?” ujar Erick dengan nada serius.

Ketua Umum PSSI itu juga menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk rasisme dan diskriminasi di dunia sepak bola Indonesia. Ia mengaku sejak awal kepemimpinannya telah menemukan adanya perlakuan tidak adil terhadap pemain dari wilayah tertentu, terutama dari Indonesia timur.

“Saya tegaskan, tidak ada tempat bagi diskriminasi di sepak bola kita. Saudara-saudara kita dari timur Indonesia adalah bagian dari bangsa yang harus kita hormati. Jangan beri label buruk hanya karena asal atau latar belakang,” kata Erick. ***

wwwwww