Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
14 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
17 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
14 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Jeje, Penerjemah Yang Jadi Penebar Fitnah, Budi Setiawan: Orang Asing Hati-hati Kalau Bicara Nasionalisme Indonesia

Jeje, Penerjemah Yang Jadi Penebar Fitnah, Budi Setiawan: Orang Asing Hati-hati Kalau Bicara Nasionalisme Indonesia
Penerjemah STY, Jeong Seok-seo. (Ist)
Senin, 27 Oktober 2025 13:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Founder Football Institute Budi Setiawan tak habis pikir dengan ulah Jeong Seok-seo. Selain bukan Warga Negara Indonesia (WNI), Jeje, sapaan akrabnya, posisinya hanya sebagai penerjemah mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) berani berbicara soal nasionalisme pemain naturalisasi Timnas Indonesia.

“Nah benar kan…Jeje hanya mencari popularitas murahan dengan menebar gosip hoaks yang paling laris di sepakbola Indonesia. Permintaan maafnya itu sebagai bukti tapi apa iya cukup bisa dimaafkan? Bukan WNI sok bicara nasionalisme. Ini fatal karena bukan hanya condong kepada salah satu pihak, tapi sudah sangat jelas posisi jeje lebih memperdulikan nasib STY dibanding timnas indonesia,” tegas Budi Setiawan.

Jeje, seorang penerjemah berubah jadi biang gosip paling laris di sepak bola Indonesia. Kini, dia lebih sering muncul di podcast dan TikTok daripada pelatih yang dulu dia layani, STY. Dengan dalih “membuka fakta,” Jeje mengumbar isi ruang ganti: membenarkan isu konflik STY dengan pemain naturalisasi yang dikaitkan dengan Mees Hilgers, menyebut Elkan Baggott dianggap “tak punya nasionalisme,” hingga menuding Eliano Reijnders membuat STY kecewa berat setelah laga melawan Bahrain. Tapi, dari semua cerita itu, satu hal jelas: yang untung cuma Jeje sendiri.

Popularitasnya naik, sementara reputasi para pemain muda yang ia sebut hancur di mata publik. Padahal, tiga pemain itu sedang berjuang keras untuk membuktikan diri demi Indonesia. Dan lucunya, di unggahan terakhir akun @lambeturah, Jeje akhirnya minta maaf karena “salah total” dalam ceritanya soal Eliano. Artinya, sebagian dari kisah yang ia sebarkan hanyalah fitnah yang dikemas rapi agar viral.

Sulit untuk menghormati tindakan seperti ini. Seorang bukan warga Indonesia, yang menjual rahasia ruang ganti demi perhatian, justru merugikan indonesia, mengadu domba suporter dengan pemain timnas. Kita boleh beda pendapat tentang pelatih, strategi, atau hasil pertandingan. Tapi menjual kepercayaan tim demi nama pribadi — itu jelas pengkhianatan.

Terkait hal itu, Budi Setiawan memperingatkan Jeje untuk tidak bicara nasionalisme pemain naturalisasi apalagi bukan WNI. “Sejak awal saya sudah curiga dan itu telah terbukti. Omongan sampah kok masih ada yang percaya. Baiknya jeje sebagai orang asing di indonesia hati-hati bicara tentang nasionalisme,” tutup Budi Setiawan yang sudah kebal dengan serangan buzzer jika bicara tentang STY. ***

wwwwww