Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
12 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
16 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
11 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Non Olympic

PON Beladiri Sebagai Wadah Kompetisi Menuju Prestasi Internasional

PON Beladiri Sebagai Wadah Kompetisi Menuju Prestasi Internasional
Sekjen KONI Pusat Tb Lukman Djajadikusuma saat menyerahkan medali di PON Beladiri Kudus 2025. (Foto:KONI Pusat)
Senin, 27 Oktober 2025 14:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat telah melahirkan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025. Event perdana khusus beladiri yang mempertandingkan 10 cabang olahraga beladiri telah sukses digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah mulai 11 hingga 26 Oktober 2025.

Apa yang melatarbelakangi KONI Pusat melahirkan PON Beladiri? Sekjen KONI Pusat Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, MEMOS yang ditemui di tempat pertandingan cabor wushu, Minggu (26/10/2025), mengatakan, sebagai bentuk dukungan terkait rencana Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang hanya mempertandingkan cabang olahraga (cabor) Olimpiade pada PON reguler yang digelar empat tahun sekali tersebut.

Tidak hanya itu saja, menurut Kang Ade Lukman, panggilan karibnya, PON Beladiri sebagai wadah kompetisi 19 cabang olahraga beladiri yang menjadi anggota KONI Pusat. “Dari 19 cabor beladiri itu kan tidak semuanya masuk cabor Olimpiade. PON Beladiri itu menjadi wadah untuk kompetisi bilamana PON reguler nanti hanya mempertandingkan cabor Olimpiade,” ujarnya.

Secara terus terang, Kang Ade Lukman mengungkapkan, kontribusi cabor beladiri cukup besar menyumbangkan medali pada multi event SEA Games. “Ini fakta. Bisa kita lihat pada setiap pelaksanaan SEA Games. Makanya, kita siapkan wadahnya sehingga prestasinya bisa lebih ditingkatkan,” jelasnya.

Tidak hanya sekadar SEA Games saja, kata Kang Ade Lukman yang menjadi pencetus bersama Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Pusat Gugun Yudinar dan jajarannya, PON Beladiri ini juga bisa menjadi ajang seleksi bagi atlet beladiri yang bakal tampil pada single event, multievent internasional dan Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) yang selama ini rutin diikuti Indonesia.

“Pada prinsipnya PON Beladiri itu dilahirkan KONI Pusat bukan hanya membangkitkan prestasi olahraga beladiri Indonesia tetapi juga demi kejayaan Indonesia pada single event internasional maupun multi event SEA Games, Asian Games, Olimpiade, dan juga AIMAG,” tegasnya.

Kang Ade juga setuju dengan usulan pelaksanaan PON Beladiri yang disponsori Bakti Olahraga Djarum Foundation itu digelar tiga bulan sebelum atau setelah event nasional maupun internasional. “Ya, idealnya memang demikian. Makanya, KONI Pusat akan segera membahasnya dengan pengurus induk organisasi 19 cabor beladiri,” imbuhnya.

Selain PON Beladiri, kata Kang Ade Lukman, KONI Pusat juga akan menggelar PON Indoor yang akan mendukung AIMAG, PON Pantai untuk Asian Beach Games (ABG), dan PON Remaja untuk Asian Youth Games (AYG) dan Youth Olympic Games. “Mudah-mudahan PON Indoor, PON Pantai bisa digelar tahun 2026 dan PON Remaja pada tahun 2027 nanti,” tutupnya. ***

wwwwww