Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Olympic

Tragedi di Morowali, Mandor Asal China Tewas Dikeroyok Usai Cekcok di Tempat Kerja

Tragedi di Morowali, Mandor Asal China Tewas Dikeroyok Usai Cekcok di Tempat Kerja
Senin, 27 Oktober 2025 19:40 WIB

MOROWALI – Suasana mencekam meliputi kawasan industri PT Fajar Metal Industry (FMI), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, setelah seorang mandor asal China dilaporkan tewas akibat pengeroyokan. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/10/2025) itu diduga dipicu oleh pertikaian antara mandor dan sejumlah pekerja lokal di lokasi kerja.

Insiden tragis ini mencuat ke publik setelah sebuah video berdurasi pendek beredar luas di media sosial pada Senin (27/10/2025). Dalam video itu, tampak kerumunan pekerja terlibat perkelahian yang disebut berakhir dengan tewasnya mandor asing tersebut di area PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Namun hingga kini, kasus tersebut belum dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian, membuat proses penyelidikan belum bisa berjalan. Kapolsek Bahodopi, Ipda Ewaldo Tasmi, mengaku pihaknya masih berupaya memverifikasi kebenaran video dan lokasi kejadian. “Kami belum menerima laporan resmi, jadi belum bisa memastikan detail peristiwa tersebut. Tim masih menelusuri,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Dugaan sementara, insiden bermula ketika korban menegur seorang pekerja helper baru karena dianggap tidak mengikuti instruksi kerja. Teguran itu berubah menjadi tindakan fisik hingga memicu kemarahan rekan-rekan pekerja lainnya yang kemudian berujung pengeroyokan. Korban dikabarkan meninggal di tempat.

Belum adanya laporan resmi dari perusahaan maupun saksi langsung membuat berbagai spekulasi berkembang di masyarakat. Beberapa pihak menilai insiden ini menunjukkan rapuhnya sistem pengawasan dan komunikasi antarpekerja di lingkungan industri Morowali, yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi nikel terbesar di Indonesia. 

Pengamat ketenagakerjaan, Isram Said Lolo, menilai tragedi ini bukan hanya persoalan individu, tetapi cerminan dari lemahnya sistem perlindungan tenaga kerja di sektor industri padat karya. “Ini bukan semata konflik personal, tapi bukti bahwa mekanisme penyelesaian masalah di lapangan tidak berjalan. Ketika hubungan antara TKA dan pekerja lokal tidak dikelola dengan baik, potensi konflik seperti ini akan selalu ada,” ujarnya.

Isram mendesak pemerintah daerah dan pengelola kawasan industri untuk segera memperketat pengawasan ketenagakerjaan serta memperkuat mediasi sosial antara tenaga kerja lokal dan asing. “Kawasan industri harusnya menjadi simbol kolaborasi, bukan ketegangan. Pemerintah harus hadir memastikan rasa aman bagi semua pekerja,” tambahnya.

Kawasan IMIP yang menampung ribuan tenaga kerja asing asal Tiongkok dan pekerja lokal memang kerap diwarnai insiden akibat kesenjangan komunikasi dan budaya kerja. Dalam beberapa tahun terakhir, konflik serupa telah beberapa kali terjadi, memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana perusahaan memahami risiko sosial di lingkungan multinasional tersebut.

Hingga kini, pihak PT Fajar Metal Industry belum memberikan keterangan resmi. Aparat kepolisian masih menunggu laporan formal agar proses hukum bisa dimulai. Sementara publik menuntut transparansi dan langkah cepat agar kasus ini tidak berlarut tanpa kepastian.

“Kalau sistem kerja dan komunikasi tidak dibenahi, Morowali akan terus jadi bom waktu sosial di tengah investasi besar-besaran,” tutup Isram. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww