Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Jawa Barat

Tersulut Emosi, Santri di Cianjur Keroyok Warga

Tersulut Emosi, Santri di Cianjur Keroyok Warga
Ilustrasi pengeroyokan (net)
Selasa, 28 Oktober 2025 05:06 WIB
CIANJUR – Seorang warga Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi korban pengeroyokan sejumlah santri dari salah satu pondok pesantren setempat. Peristiwa itu bermula saat korban, N, mendatangi lokasi setelah mendapat laporan mobil milik keluarganya dirusak menggunakan batu oleh para santri, Minggu (27/10/2025).

Setibanya di lokasi, korban langsung diserang beramai-ramai oleh para santri. Mereka memukul korban menggunakan tangan kosong dan benda tumpul hingga menyebabkan luka lebam di beberapa bagian tubuh.

“Korban menjadi sasaran amukan para santri. Tidak hanya dipukul dengan tangan kosong, tetapi juga menggunakan benda tumpul,” kata Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Ameli Putra, Senin (27/10).

Usai kejadian, korban melapor ke Polsek Sukaluyu. Polisi kemudian menangkap seorang pelaku berinisial FA (22) yang diketahui ikut dalam pengeroyokan bersama beberapa santri lainnya. Para pelaku kini diamankan di Mapolres Cianjur untuk penyelidikan lebih lanjut.

Menurut keterangan sementara, para pelaku mengaku nekat melakukan pengeroyokan karena merasa tersinggung dan marah setelah korban dianggap menghina guru mereka.

“Dari pengakuan awal, mereka tersulut emosi karena korban diduga mencoreng nama dan menghina guru mereka. Saat ini kami masih mendalami motif dan latar belakang kejadian,” jelas Fajri.

Namun, korban N memiliki dugaan lain. Ia meyakini insiden perusakan mobil dan pengeroyokan yang dialaminya berkaitan dengan laporan dugaan penyelewengan pupuk subsidi oleh pimpinan pondok pesantren yang pernah disampaikannya ke Kejaksaan Negeri Cianjur.

“Saya melaporkan penyelewengan pupuk subsidi yang dilakukan pimpinan ponpes karena merugikan petani di sekitar desa kami. Sejak laporan itu, saya merasa ada tekanan dari pihak pesantren,” ungkap N.

Pihak kepolisian memastikan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap motif sebenarnya di balik aksi pengeroyokan yang melibatkan para santri tersebut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:jpnn.com
Kategori:Olympic, Jawa Barat
wwwwww