Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Olympic

Tanggul Jebol di Kemang Village Bongkar Luka Lama: Tata Kota Jakarta yang Gagal Menjaga Diri

Tanggul Jebol di Kemang Village Bongkar Luka Lama: Tata Kota Jakarta yang Gagal Menjaga Diri
Warga menggendong anaknya menerobos banjir di kawasan Petogoan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025).
Jum'at, 31 Oktober 2025 19:23 WIB

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025) sore, mengubah kawasan elite Kemang menjadi lautan air dan kemacetan panjang hingga malam. Namun bukan cuaca ekstrem yang menjadi biang utama. Sumber bencana datang dari tanggul milik Kemang Village yang jebol dan memuntahkan air Kali Krukut ke jalanan.

“Memang ada patahan pada tanggul yang dimiliki oleh Kemang Village. Air Kali Krukut akhirnya meluap,” kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota, Jumat (31/10/2025).

Akibatnya, kawasan sekitar Jl Pangeran Antasari, Jl TB Simatupang, Jl Wijaya, hingga Jl Kapten Tendean lumpuh total. Ribuan kendaraan terjebak dalam kemacetan berjam-jam, sementara 53 RT di Jakarta Selatan terendam air, menurut laporan BPBD DKI Jakarta.

Meski air kini mulai surut, kejadian tersebut memperlihatkan wajah lama persoalan Jakarta: pembangunan yang menekan ruang air demi lahan komersial.

“Kalau tidak dilakukan normalisasi Kali Krukut dari hulu, kejadian ini akan terus berulang. Saya sudah lihat sendiri, enam tahun terakhir selalu begitu,” ujar Pramono.

Tanggul yang jebol di kompleks properti mewah itu sejatinya bukan peristiwa baru. Setiap kali hujan lebat, kawasan Kemang selalu masuk daftar rawan banjir. Bedanya, kali ini air bukan hanya merendam rumah dan toko, tapi juga melumpuhkan arteri utama Jakarta Selatan. 

Pakar tata ruang perkotaan menilai insiden ini sebagai bukti lemahnya pengawasan dan keberpihakan pemerintah terhadap ekosistem sungai.

“Jakarta sudah lama membiarkan sungainya disekap beton, tanggul, dan mal. Sungai tidak lagi punya ruang untuk bernapas,” ujar Aditya Rahman, pengamat tata ruang Universitas Trisakti.

Menurutnya, kasus tanggul jebol di Kemang Village bukan hanya soal teknis bangunan, tetapi kegagalan sistemik.

“Kali Krukut menyempit karena tertutup proyek komersial. Begitu air tinggi, tanggul tidak kuat. Ini bukan bencana alam, tapi bencana tata kota,” tegasnya.

Pemerintah DKI Jakarta telah mengerahkan lima pompa air untuk menyedot genangan dan berjanji memperbaiki tanggul secepatnya. Namun warga menilai langkah darurat itu tidak cukup.

“Kami sudah bosan mendengar janji perbaikan setiap kali banjir datang. Normalisasi dan penegakan aturan tata ruang itu yang penting,” kata Rina, warga Jalan Benda Atas, Kemang. 

Banjir di Kemang menegaskan satu hal: Jakarta belum belajar dari sejarahnya sendiri. Sungai yang dulu menjadi urat nadi kota kini berubah menjadi musuh yang setiap tahun “menagih” kesalahan manusia. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww