Api Lahap Truk Tangki di Cianjur, Sopir dan Pemotor Jadi Korban Luka Bakar Berat
![]() |
| Kondisi terkini truk tangki BBM yang terbakar di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jebrod, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (2/11/2025). foto: kumparan |
JAKARTA – Kebakaran hebat melanda Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, setelah sebuah truk tangki bermuatan 24.000 liter bahan bakar minyak (BBM) terguling dan terbakar, Sabtu (1/11) malam.
Api langsung menjalar cepat, memicu kepanikan warga sekitar yang berusaha menjauh dari lokasi kejadian. Dalam peristiwa itu, dua orang menjadi korban luka bakar serius, yakni sopir truk berinisial I dan seorang pengendara motor berinisial RA yang melintas saat truk meledak.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP M Hardian, menyampaikan hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan sopir tidak mampu mengendalikan kendaraan saat melewati jalur tersebut. “Truk bermuatan BBM terguling dan terbakar. Dua orang mengalami luka bakar cukup parah dan kini dirawat di RSUD Sayang Cianjur,” ujarnya, Minggu (2/11).
Petugas kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Jalur tersebut sempat ditutup sementara untuk memudahkan proses pemadaman api dan evakuasi korban.
Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya Sandi, menyebut kondisi kedua korban sangat memprihatinkan. “Korban RA mengalami luka bakar hampir 100 persen dan dirawat di ruang ICU. Sementara sopir truk, I, mengalami luka bakar sekitar 40 persen dan masih menjalani perawatan intensif di IGD,” ungkapnya.
Raya menambahkan, tim medis masih menunggu kondisi korban membaik sebelum dirujuk ke rumah sakit milik Pertamina. “Korban RA masih dalam pengawasan ketat. Risiko tinggi jika dirujuk dalam kondisi belum stabil,” jelasnya.
Kobaran api yang membumbung tinggi membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja keras hampir satu jam untuk menjinakkan api. Beberapa warga turut membantu dengan alat seadanya sebelum petugas tiba di lokasi.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap distribusi BBM dan keamanan kendaraan pengangkut bahan berbahaya. Selain menimbulkan korban, insiden tersebut juga menyebabkan arus lalu lintas di wilayah Cilaku lumpuh selama beberapa jam. ***













