Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Internasional

Warga Harapan Indah Protes Lantaran Pengembang Ubah Akses Jalan Tanpa Sosialisasi

Warga Harapan Indah Protes Lantaran Pengembang Ubah Akses Jalan Tanpa Sosialisasi
Warga Harapan Indah kecewa pengembang ubah akses jalan utama. (Ist)
Minggu, 02 November 2025 13:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BEKASI- Polemik penutupan akses jalan utama pada di kompleks perumahan Kota Harapan Indah (HI), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menuai kekecewaan dari warga dan pelaku usaha.

Mereka menilai pengembang telah bertindak sepihak dengan mengubah jalur utama penghubung kawasan tanpa sosialisasi dan tidak melibatkan warga setempat.

 
Penutupan sebagian jalan dan pengalihan arus kendaraan ke jalur samping dinilai 
mengurangi kenyamanan serta merugikan banyak pihak, terutama pemilik rumah toko (Ruko), pelaku usaha serta warga di sekitar jalur kawasan tersebut. 
 
Warga menyebut perubahan ini tidak pernah disosialisasikan secara terbuka dan dilakukan secara sepihak oleh pihak pengembang.
 
"Kami membeli Ruko dengan keyakinan bahwa posisi bangunan berada di jalan 
utama, sesuai dengan informasi dan brosur penjualan. Tapi sekarang jalannya justru ditutup dan dialihkan. Dampaknya, usaha kami ke depan sangat berpotensi menjadi sepi," kata Ferdy, salah seorang warga Harapan Indah dalam keterangannya, Minggu (2/11/2025).
 
Ferdy menegaskan, kekecewaan ini juga dirasakan sebagian besar warga dan pemilik usaha di kawasan tersebut yang menilai perubahan jalan telah berdampak pada aksesibilitas, estetika, dan ekonomi lokal.
 
Menurut dia, proyek perubahan jalan di kawasan Harapan Indah masih terus berjalan. Jalur utama yang semula lurus dan terbuka kini dialihkan ke jalur belok kiri yang lebih sempit dan memutar, sehingga memicu kemacetan di beberapa titik, potensi kecelakaan, serta mengubah tata ruang kawasan yang sebelumnya tertata rapi.
 
"Warga juga mengeluhkan bahwa tidak ada komunikasi resmi atau pertemuan publik sebelum proyek tersebut dimulai. Mereka menilai langkah pengembang itu mengabaikan prinsip keterbukaan informasi dan partisipasi 
masyarakat, sebagaimana diatur dalam peraturan mengenai tata ruang dan 
pelayanan publik," bebernya.
 
Ia menjelaskan, warga akan menyampaikan pengaduan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Warga dan pelaku usaha di kawasan tersebut berencana melayangkan surat pengaduan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi yang akan ditembuskan kepada DPRD dan instansi terkait. 
 
Dalam surat pengaduan tersebut, nantinya warga meminta Pemkab Bekasi meninjau ulang proyek perubahan akses jalan, menghentikan sementara pembangunan yang berjalan, serta mengembalikan fungsi jalan seperti semula sebagai fasilitas publik.
 
"Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap keteraturan tata ruang, keselamatan pengguna jalan, dan keberlangsungan usaha masyarakat sekitar," ucapnya.
 
Ia menginginkan, pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh kegiatan pembangunan sesuai dengan ketentuan hukum dan izin yang berlaku.
 
Pemkab Bekasi diminta segera menindaklanjuti laporan warga dan melakukan audit terhadap status jalan serta kewenangan pengembang dalam mengubah akses publik tersebut. 
 
"Perlu langkah cepat pemerintah dapat mencegah konflik lebih luas dan memulihkan hak akses masyarakat. Kami hanya ingin keadilan. Jalan ini sudah menjadi akses publik. Jangan biarkan pengembang memperlakukan kawasan ini seperti milik pribadi," pungkas Ferdy. ***

wwwwww