Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
20 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
21 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
21 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
20 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
21 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Rapat Khusus Bahas Hasil Sinkronisasi, Pemetaan Perolehan Medali Minggu Depan

Rapat Khusus Bahas Hasil Sinkronisasi, Pemetaan Perolehan Medali Minggu Depan
Surono. (Kemenpora)
Kamis, 06 November 2025 22:36 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Kontingen Indonesia dipastikan kehilangan 41 medali emas dari total perolehan 87 medali emas yang diraih pada SEA Games ke-32 Kamboja 2023. Hal itu terkait dengan tidak dipertandingkan cabang olahraga (cabor) unggulan Indonesia pada SEA Games ke-33 di Thailand, 9-20 Desember 2025 mendatang.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Surono kepada wartawan di Media Center Kemenpora Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Meski kehilangan 41 medali emas, kata Surono,  keinginan untuk memenuhi target berada di peringkat ketiga pada SEA Games Thailand 2025 cukup terbuka. Karena, Indonesia masih punya peluang meraih 32 medali emas dari cabor yang tidak dipertandingkan di Kamboja tetapi dipertandingkan di Thailand nanti.

“Kalau seandainya ditotal kita itu baru mendapatkan medali 78 emas (Red-78-41= 46 + 32). Untuk bisa bertahan di posisi ketiga itu minimal kita mendapatkan 80 hingga 90 medali emas atau 13,84% hingga 15,90% dari total medali yang diperebutkan yaitu sekitar 577,” ujar Surono.

Penghitungan peluang medali Indonesia itu, kata Surono, berdasarkan hasil laporan Tim Review terdiri dari tim pakar, praktisi olahraga, perwakilan dari KONI dan KOI yang telah mereview 52 cabor. “Terakhir itu tinggal 17 PB, dan sejak tanggal 31 Oktober kemarinemua sudah diselesaikan,” jelasnya.

Meski proses review itu sangat alot dan banyak diskusi yang panjang lebar, kata Surono, pengurus induk-induk organisasi (PP/PB) yang sekarang menjalankan program pelatnas dan Tim Review optimistis bakal menghasilkan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.

“Nah ini yang sedang kita analisis terkait laporan perkembangan selama pelatnas baik dari ketua umum, sekjen dan bagian binpres. Mudah-mudahan minggu depan segera kami laporkan kepada Pak Menpora Erick Thohir dan akan ada rapat khusus membahas hasil sinkronisasi dan review 50 cabor sekaligus memetakan target medali, posisi dan lain-lain,” tandasnya. ***

wwwwww