BI Optimistis Ekonomi 2026 Melesat, Pemerintah Target Lebih Tinggi 5,4 Persen
![]() |
| Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Ist) |
Rabu, 12 November 2025 21:06 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi nasional pada 2026 tumbuh 5,3 persen, sedikit di bawah target pemerintah sebesar 5,4 persen dalam RAPBN 2026.
Gubernur BI Perry Warjiyo menilai tren ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan. "Pada triwulan III pertumbuhan ekonomi domestik 5,04 persen. Dari sisi pengeluaran itu didorong oleh kinerja ekspor yang tumbuh 9,91 persen, dan konsumsi rumah tangga 4,89 persen, investasi 5,04 persen," ujar Perry dalam rapat bersama Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Perry optimistis laju ekonomi kuartal IV-2025 akan meningkat berkat percepatan stimulus fiskal dan proyek pemerintah. "Kami perkirakan bahwa di triwulan IV ini pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi sejalan dengan ekspansi stimulus fiskal yang lebih cepat dan berjalannya proyek-proyek pemerintah termasuk paket kebijakan ekonomi pemerintah 2025, termasuk bantuan sosial yang disalurkan pada triwulan IV-2025," katanya.
Menurut Perry, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 diperkirakan berada di kisaran 4,7-5,51 persen, dengan proyeksi meningkat tahun depan.
"Secara keseluruhan kami perkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2025 adalah kisarannya 4,7 persen sampai 5,51 persen dan sedikit di atas titik tengah 5,1 persen. Kemudian akan meningkat pada 2026," ucapnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan target pertumbuhan 2026 sebesar 5,4 persen dengan penekanan pada kesejahteraan masyarakat.
"Dengan pengelolaan fiskal yang sehat, disertai dengan efektivitas transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat, maka pertumbuhan ekonomi tahun 2026 ditargetkan mencapai 5,4 persen," ujar Prabowo.
Pemerintah juga mematok sejumlah indikator makro yang akan berdampak langsung ke daerah. Inflasi ditargetkan 2,5 persen, nilai tukar Rp16.500 per dolar AS, dan suku bunga SBN sekitar 6,9 persen.
Tingkat pengangguran diperkirakan terus menurun, sementara angka kemiskinan dan ketimpangan ekonomi diharapkan membaik. "Tingkat pengangguran terbuka tahun 2026 ditargetkan terus turun ke 4,44 persen hingga 4,96 persen, angka kemiskinan kita turunkan ke 6,5 persen hingga 7,5 persen, Rasio Gini turun ke 0,377 hingga 0,380, serta Indeks Modal Manusia sebesar 0,57 persen," ucapnya.
Dengan tren positif ini, daerah diharapkan dapat mempercepat program ekonomi dan pemberdayaan masyarakat agar manfaat pertumbuhan nasional turut dirasakan di tingkat lokal. ***
| Sumber | : | Inilah.com |
| Kategori | : | Ekonomi |












