Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Voli

Utang Kereta Cepat Whoosh, Purbaya Melunak setelah Presiden Ambil Kendali

Utang Kereta Cepat Whoosh, Purbaya Melunak setelah Presiden Ambil Kendali
Presiden RI Prabowo Subianto naik Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (6/8/2025) malam WIB.
Jum'at, 14 November 2025 18:12 WIB

JAKARTA – Sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh tampak berubah arah. Setelah sebelumnya menolak pembayaran utang menggunakan APBN, kini ia menyatakan siap mengikuti keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait penyelesaian polemik tersebut.

“Kalau saya mending nggak bayar, cuma kan ada kebijakan pimpinan di atas, Presiden dan lain-lain. Ini belum putus ya, kita akan cenderung membayar jalannya infrastrukturnya,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers Lapor Pak Menkeu di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025).

Ia mengaku ingin terlibat langsung dalam diskusi bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk memastikan kejelasan posisi pemerintah sebelum keputusan final ditetapkan.

“Saya belum sampai kesimpulan. Kalau nanti mereka diskusi di sana, saya ikut. Saya mau lihat. Jangan sampai saya rugi amat,” katanya. 

Purbaya menegaskan bahwa seluruh keputusan akan diarahkan pada kepentingan negara.

“Kita lihat yang terbaik buat negara ini. Jadi, prosesnya masih berjalan,” ujarnya.

Perubahan sikap Menkeu muncul setelah Presiden Prabowo menegaskan bahwa persoalan Whoosh berada sepenuhnya dalam tanggung jawab pemerintah. Presiden meminta publik tidak terpengaruh isu negatif yang berkembang.

“Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Selasa (4/11/2025).

Ia juga mengingatkan bahwa transportasi publik tidak bisa dinilai hanya dari keuntungan finansial, tetapi manfaat bagi masyarakat luas.

“Whoosh itu public transport. Jangan dihitung untung rugi, hitung manfaat untuk rakyat,” tegasnya.

Prabowo mencontohkan bahwa layanan kereta api lain juga disubsidi negara sebagai bagian dari kewajiban pelayanan publik.

“Pemerintah subsidi 60 persen, rakyat bayar 20 persen. Ini kehadiran negara,” ujarnya.

Selain itu, Presiden menyoroti pentingnya tata kelola keuangan yang bersih. Ia menegaskan komitmen memberantas kebocoran dan korupsi demi memastikan uang rakyat kembali kepada rakyat.

“Uang rakyat tidak boleh dicuri. Akan kita kembalikan untuk pelayanan rakyat,” katanya.

Prabowo menutup pernyataannya dengan mengimbau masyarakat agar isu Whoosh tidak ditarik ke ranah politik.

“Jangan dipolitisasi. Jangan kita menari di gendangnya orang,” ujarnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Voli, Ekonomi, KONI, DKI Jakarta
wwwwww