Utang Kereta Cepat Whoosh, Purbaya Melunak setelah Presiden Ambil Kendali
![]() |
| Presiden RI Prabowo Subianto naik Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (6/8/2025) malam WIB. |
JAKARTA – Sikap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh tampak berubah arah. Setelah sebelumnya menolak pembayaran utang menggunakan APBN, kini ia menyatakan siap mengikuti keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait penyelesaian polemik tersebut.
“Kalau saya mending nggak bayar, cuma kan ada kebijakan pimpinan di atas, Presiden dan lain-lain. Ini belum putus ya, kita akan cenderung membayar jalannya infrastrukturnya,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers Lapor Pak Menkeu di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025).
Ia mengaku ingin terlibat langsung dalam diskusi bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk memastikan kejelasan posisi pemerintah sebelum keputusan final ditetapkan.
“Saya belum sampai kesimpulan. Kalau nanti mereka diskusi di sana, saya ikut. Saya mau lihat. Jangan sampai saya rugi amat,” katanya.
Purbaya menegaskan bahwa seluruh keputusan akan diarahkan pada kepentingan negara.
“Kita lihat yang terbaik buat negara ini. Jadi, prosesnya masih berjalan,” ujarnya.
Perubahan sikap Menkeu muncul setelah Presiden Prabowo menegaskan bahwa persoalan Whoosh berada sepenuhnya dalam tanggung jawab pemerintah. Presiden meminta publik tidak terpengaruh isu negatif yang berkembang.
“Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Selasa (4/11/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa transportasi publik tidak bisa dinilai hanya dari keuntungan finansial, tetapi manfaat bagi masyarakat luas.
“Whoosh itu public transport. Jangan dihitung untung rugi, hitung manfaat untuk rakyat,” tegasnya.
Prabowo mencontohkan bahwa layanan kereta api lain juga disubsidi negara sebagai bagian dari kewajiban pelayanan publik.
“Pemerintah subsidi 60 persen, rakyat bayar 20 persen. Ini kehadiran negara,” ujarnya.
Selain itu, Presiden menyoroti pentingnya tata kelola keuangan yang bersih. Ia menegaskan komitmen memberantas kebocoran dan korupsi demi memastikan uang rakyat kembali kepada rakyat.
“Uang rakyat tidak boleh dicuri. Akan kita kembalikan untuk pelayanan rakyat,” katanya.
Prabowo menutup pernyataannya dengan mengimbau masyarakat agar isu Whoosh tidak ditarik ke ranah politik.
“Jangan dipolitisasi. Jangan kita menari di gendangnya orang,” ujarnya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Voli, Ekonomi, KONI, DKI Jakarta |













