Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
24 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
24 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
3
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
24 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
4
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
5
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Bandara Ilegal IMIP Dinilai Ancam Kedaulatan, IWO Singgung Potensi Penyelundupan dan TPPO

Bandara Ilegal IMIP Dinilai Ancam Kedaulatan, IWO Singgung Potensi Penyelundupan dan TPPO
Rabu, 26 November 2025 08:00 WIB

JAKARTA – Temuan beroperasinya bandara ilegal di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park kembali memicu kekhawatiran publik terkait kedaulatan negara. Situasi ini menguat setelah Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan prinsip bahwa tidak boleh ada “Republik di dalam Republik”, merujuk pada ketiadaan perangkat negara di lokasi tersebut.

Ketua Umum Ikatan Wartawan Online, Teuku Yudhistira, menilai keberadaan bandara ilegal itu bukan kejutan. Ia menyebut berbagai sinyal kebocoran pendapatan negara dari sektor tambang sudah lama diingatkan, termasuk oleh Presiden Prabowo Subianto saat Pilpres 2019. Menurutnya, temuan bandara tanpa otoritas negara merupakan ancaman nyata terhadap kedaulatan.

“Ini harus dihentikan. Kita bicara soal ancaman langsung terhadap negara,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Yudhistira meyakini Presiden akan mengambil langkah tegas. Ia bahkan menduga adanya keterlibatan pejabat tinggi negara di lingkungan eksekutif yang memiliki kepentingan dalam IMIP. Karena itu, IWO mendesak penggunaan perangkat negara—dari Kepolisian, Kejaksaan, BIN, BAIS, hingga KPK—untuk mengusut secara menyeluruh.

Ia menyoroti bahwa ancaman bukan hanya pada kebocoran pendapatan akibat ketiadaan regulasi, tetapi juga potensi kejahatan lain yang lebih berat. “Penyelundupan narkoba dan TPPO sangat mungkin terjadi secara masif. Peredarannya di Morowali sekarang jauh lebih besar,” ungkapnya.

Pernyataan Menhan Sjafrie usai menyaksikan Latihan Terintegrasi TNI di Morowali turut memperkuat kekhawatiran tersebut. Ia mengungkap adanya bandara yang beroperasi tanpa kehadiran otoritas seperti Bea Cukai dan Imigrasi, kondisi yang disebut berbahaya bagi kedaulatan ekonomi RI. Sjafrie juga memastikan akan melaporkan temuan itu kepada Presiden Prabowo.

Peneliti Indonesia Strategic and Defense Studies, Edna Caroline, menilai kasus ini bukan hal baru. Ia menjelaskan bahwa bandara IMIP, yang beroperasi sejak diresmikan oleh mantan Presiden Joko Widodo pada 2019, berada di kawasan dengan kendali terbatas bagi aparat negara. Edna menegaskan bahwa bandara tersebut memungkinkan orang dan barang keluar masuk tanpa pengawasan.

“Tidak ada Bea Cukai, tidak ada Imigrasi. Aparat keamanan pun sulit masuk,” jelasnya.

Ia menilai publik harus mengawal tindak lanjut pemerintah, terutama karena bandara ini telah beroperasi selama bertahun-tahun tanpa pengawasan negara. Menurutnya, kejelasan mengenai siapa yang memberikan izin awal dibutuhkan segera mengingat PT IMIP—kerja sama Bintang Delapan Group Indonesia dan Tsingshan Steel Group Tiongkok—tumbuh pesat sejak era pemerintahan sebelumnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah
wwwwww