DPR Minta Bonus Atlet Dievaluasi, Masa Depan Atlet Harus Dijamin Negara
![]() |
| Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati. (Ist) |
Kamis, 27 November 2025 13:33 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kurniasih Mufidayati menilai, arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk memprioritaskan kesejahteraan atlet sebagai langkah krusial.
Ia menyebut evaluasi bonus, peningkatan pembinaan karier, hingga akses beasiswa bagi atlet berprestasi harus segera dieksekusi agar perlindungan negara terhadap atlet tidak lagi bersifat seremonial.
Kurniasih menegaskan, perhatian negara harus hadir sejak atlet aktif bertanding hingga mereka memasuki masa pensiun. Ia menyebut kebijakan baru ini menjadi peluang untuk memperbaiki ekosistem kesejahteraan atlet yang selama ini dinilai tidak berkelanjutan.
“Kami di Komisi X DPR RI menyambut sangat baik arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan atlet dan meninjau ulang skema bonus. Atlet adalah aset bangsa, dan negara wajib memastikan keberlanjutan hidup mereka sebelum, saat, dan setelah masa pertandingan berakhir,” ujar Kurniasih dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025).
Ia mengingatkan, masih banyak mantan atlet yang hidup dalam kondisi sulit setelah gantung sepatu. Ada yang bekerja serabutan, mengambil pekerjaan berisiko, bahkan sampai menjual medali demi bertahan hidup.
Menurutnya, ada yang terpaksa turun ke ajang ekstrem hanya karena tidak memiliki pendapatan lain.
"Realitas hari ini menunjukkan bahwa tidak sedikit atlet yang setelah pensiun harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka pernah berjasa mengibarkan Merah Putih dan membuat kita bangga. Negara tidak boleh membiarkan mereka menghadapi masa depannya tanpa dukungan yang layak," tegasnya.
Kurniasih juga menyinggung ketimpangan dukungan antara olahraga populer dan cabang individu yang kerap menyumbang prestasi dunia.
Menurutnya, sponsor dan perhatian industri masih terpusat di cabang beregu seperti sepak bola, voli, basket, dan bulutangkis, sementara atlet dari panjat tebing, angkat besi, menembak, senam, hingga atletik harus berjuang dengan fasilitas minim.
"Perhatian swasta tidak boleh hanya berhenti pada cabang olahraga populer yang memiliki liga dan sponsor besar. Banyak atlet dari cabang-cabang individu yang membawa nama Indonesia ke panggung dunia, namun mereka justru menghadapi jalan sunyi setelah pensiun. Ini harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Ia mendesak, pemerintah menyusun skema perlindungan menyeluruh yang mencakup jaminan hari tua, jaminan kesehatan jangka panjang terutama bagi atlet berisiko cedera, serta akses pelatihan vokasional untuk memastikan mereka memiliki karier pasca kompetisi.
Kurniasih juga meminta sistem bonus diperbarui agar lebih transparan dan mampu memberi manfaat jangka panjang.
"Bonus harus dipandang bukan sebagai hadiah sesaat, tetapi sebagai bagian dari strategi jangka panjang kesejahteraan atlet. Negara harus memberikan kepastian, bukan hanya tepuk tangan," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Nasional, Kriminal, Non Olympic |













