Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Golkar Salurkan Dana Rp3 Miliar, Bahlil Minta Kader Bergerak Cepat dan Turun Langsung

Golkar Salurkan Dana Rp3 Miliar, Bahlil Minta Kader Bergerak Cepat dan Turun Langsung
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat membuka kegiatan Musyawarah Daerah XI Partai Golkar Kalimantan Tengah. (Istimewa)
Minggu, 30 November 2025 14:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menyampaikan ucapan duka dan belasungkawa atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), hingga Sumatera Barat (Sumbar).

"Dari tempat ini saya mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya saudara-saudara kita di beberapa daerah ya, di Sumbar, kemudian di Sumut dan Aceh akibat longsor," kata Bahlil setelah membuka kegiatan Musyawarah Daerah XI Partai Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng) di Palangka Raya, Kalteng, Sabtu (29/11/2025),

Bahlil mengajak seluruh kader Golkar di seluruh Indonesia untuk bergerak cepat, saling membantu, dan turun langsung mendampingi warga terdampak.

Sebagai komitmen, kata Bahlil, DPP Partai Golkar sudah menyalurkan dana sebesar Rp3 miliar sebagai dukungan awal bagi upaya penanganan kebencanaan di tiga provinsi tersebut.

"Dari laporan daerah, Partai Golkar di sekitar daerah terdampak sudah ikut membantu penanganan bencana,” tuturnya.

Di sisi lain, Bahlil juga menyerukan agar seluruh kantor Partai Golkar di berbagai daerah dijadikan posko bantuan. Tidak hanya itu saja, Kantor-kantor partai juga diminta siap mengoordinasikan relawan apabila diperlukan untuk memperkuat penanganan situasi darurat di wilayah masing-masing.

Ia menutup imbauannya dengan menegaskan bahwa gotong royong adalah nilai dasar Partai Golkar yang harus diwujudkan secara nyata, terutama ketika masyarakat tengah menghadapi kesulitan besar akibat bencana.

“Ini saatnya kita hadir untuk rakyat, membantu dengan segala kemampuan yang kita miliki. Ayo kita bangkitkan kembali semangat kegotongroyongan,” tukas Bahlil.

303 Orang Meninggal Dunia

Sebagai informasi, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) mencapai 303 orang. Rinciannya, 47 orang di Aceh, 90 di Sumbar, dan 166 di Sumut.

"Berdasarakan catatan BNPB, pada hari ketiga setelah penetapan status tanggap darurat bencana, total ada 303 jiwa di Aceh, Sumbar, dan Sumut," tutur Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (30/11/2025).

Di Aceh, selain 47 orang meninggal dunia, tercatat 51 masih hilang serta 8 luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sebaran tertinggi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

Sementara di Sumbar, masih ada 85 orang hilang, dan 10 mengalami luka-luka. Data sementara menunjukkan, sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Di Sumatera Utara, selain 166 korban meninggal dunia, 143 masih dinyatakan hilang. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. ***

wwwwww