Omzet Waste For Reuse Meningkat Sejak Gabung PNM Mekaar
![]() |
| Omzet Penjualan nasabah PNM Mekaar Waste For Reuse Makin Meningkat. |
Senin, 01 Desember 2025 17:34 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA - Owner Waste For Use, Aan Andasari menceritakan perjalanan usahanya yang berfokus pada pemanfaatan kembali jeans bekas menjadi berbagai produk kreatif dan bernilai jual tinggi.
Usaha dengan outlet di Jalan Amil Dayo, RT 02/05, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat tersebut berawal dari eksperimen sederhana pada 2018 dan kini semakin berkembang.
Aan mengungkapkan, ide usaha muncul ketika dirinya mencoba memodifikasi jeans lama milik keluarga. Ternyata jeans yang sudah tidak terpakai kalau dimodifikasi hasilnya justru lebih estetis.
"Dari situ kami berpikir bagaimana menjadikan jeans bekas sebagai media kreativitas. Namanya baru mulai, bahan baku juga belum banyak, jadi usaha berjalan kecil-kecilan dulu," kata Aan, ditemui saat menjual produknya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (1/12/2025).
Memasuki 2020, Aan mulai bergabung dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan menjadi nasabah Mekaar untuk mendapatkan pembinaan dan tambahan modal.
"Saya mendapatkan bantuan pinjaman permodalan pertama sebesar Rp2 juta," kenangnya.
Aan bersyukur karena mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat yang mengapresiasi usahanya yang turut berkontribusi menjaga lingkungan, khususnya di kawasan TPST Bantar Gebang. Ia kemudian mengajak para nasabah Mekaar lainnya serta keluarga mereka untuk ikut terlibat, mulai dari pencarian bahan baku hingga proses produksi.
"Kami ingin dari lingkungan kembali ke lingkungan. Bagaimana jeans bekas dapat diolah sekaligus memberdayakan perempuan dan anak muda di lingkungan TPST Bantar Gebang," bebernya.
Menurut Aan, perkembangan Waste For Reusesemakin positif. Omzet yang semula hanya ratusan ribu rupiah per bulan kini meningkat signifikan menjadi sekitar Rp5–6 juta per bulan. Bahkan, pada bulan terakhir, omzet melonjak hingga tiga kali lipat berkat pesanan khusus dari PNM.
Aan mengaku sangat senang dengan adanya pembinaan dan pendampingan dari PNM, termasuk dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk.
"Beragam produk dihasilkan, mulai dari tas, tote bag, vest, topi hingga gantungan kunci. Untuk harga produk mulai dari Rp60 ribu hingga Rp280 ribu. Alhamdulillah, sekarang produk kami makin dikenal," bebernya.
Aan berharap semakin banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya nasabah PNM dapat turut berkembang lewat kolaborasi ini.
"Kami ingin merekrut lebih banyak nasabah agar sama-sama maju dan berkembang," pungkas Aan. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Korporasi |













