Julia Roberts Puji Gaya Penyutradaraan Luca Guadagnino di After the Hunt
![]() |
| Julia Roberts. (Instagram) |
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Julia Roberts mengaku menikmati proses bekerja dengan sutradara Luca Guadagnino dalam film thriller psikologis terbaru mereka, After the Hunt. Aktris berusia 58 tahun itu menyebut Luca sebagai sosok yang sangat komunikatif dan memberi arahan dengan jelas selama proses syuting.
Berbicara kepada Extra, Julia Roberts menjelaskan, “Bahasanya kepada saya selalu jelas. Saya paham. Banyak sutradara mengucapkan sesuatu dan kita masih menebak-nebak maksudnya. Tapi dengannya, saya selalu merasa langsung mengerti, dan itu sangat membantu.”
Luca, 54 tahun, juga memuji pengalaman bekerja dengan Julia Roberts dan jajaran pemain lainnya. Ia menggambarkan proses pengambilan gambar film tersebut sebagai pengalaman yang hampir artistik.
“Syuting film ini seperti menari, meluncur bersama. Sangat langsung, sangat di momen itu. Saya sangat menyukainya,” ungkapnya.
Dalam After the Hunt, Julia Roberts memerankan seorang profesor terhormat di Universitas Yale. Menariknya, ia mengaku justru merasa takut kepada karakter yang dimainkannya sendiri.
“Segalanya. Itu jawaban saya,” tuturnya ketika ditanya apakah ada aspek dari karakternya yang membuatnya ngeri.
Meskipun kini dikenal sebagai salah satu aktris paling sukses sepanjang masa, Julia Roberts tidak menutupi bahwa perjalanan kariernya penuh tantangan. Dalam wawancara terpisah dengan People, ia mengingat masa awal kariernya yang dibayangi kritikan tajam.
“Saya tidak memulai karier ini dengan banyak rasa percaya diri,” ujar Julia Roberts. Ia mengenang bagaimana orang-orang bisa “sangat kejam” terhadapnya di awal terjun ke Hollywood.
Menurut Julia Roberts, rasa tidak percaya diri bisa sangat melumpuhkan. “Jika seseorang mempermalukan saya, saya langsung berhenti. Saya sampai gemetaran. Jadi saya harus belajar menghadapi itu — karena industri ini bukan tempat yang tepat jika kamu tidak bisa menerima kritik atau kerasnya komentar orang,” katanya.
Bintang Pretty Woman, Notting Hill, dan My Best Friend’s Wedding itu mengakui perjalanan kariernya lebih banyak berisi “benturan” daripada kemudahan. Namun kini, sebagai aktris senior, ia melihat semua tantangan itu sebagai pelajaran yang membentuk daya tahannya.
“Saya pikir, ‘Mungkin memang harus sesulit ini.’ Sekarang saya melihatnya sebagai pelajaran yang paling saya syukuri, karena itu membuktikan ketahanan saya pada diri sendiri.” ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Hiburan, DKI Jakarta |













