Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
24 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
24 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
24 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Non Olympic
SEA Games ke-33 Thailand 2025

Pengamat Tagih Tanggung Jawab Zainuddin Amali Soal Target Emas Timnas Indonesia

Pengamat Tagih Tanggung Jawab Zainuddin Amali Soal Target Emas Timnas Indonesia
Pengamat sepakbola Tommy Welly. (Ist)
Sabtu, 13 Desember 2025 09:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Pengamat sepakbola senior, Tommy Welly atau yang akrab disapa Towel, melontarkan kritik pedas dan keras terhadap manajemen Tim Nasional U-22 yang gagal lolos dari penyisihan grup di SEA Games ke-33 Thailand 2025. Ia secara spesifik menyoroti peran Zainuddin Amali sebagai penanggung jawab.

Dalam pernyataan di podcast NTV, Jumat (12/12/2025) malam, Towel tidak hanya menyebut performa tim secara keseluruhan jelek, tetapi juga menuntut pertanggungjawaban penuh dari Amali atas kegagalan yang terjadi. Towel mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa Timnas U-22, yang sebelumnya digadang-gadang sebagai tim kuat dengan kehadiran empat pemain naturalisasi.

"Overall permainan jelek. Di awal banyak prediksi bahwa ini tim bagus dan kuat, apalagi bisa kalahkan Mali. Lalu mewah karena ada empat pemain naturalisasi. Saya paradoks ya, ini gagal," tegasnya

Menurut Towel, kegagalan ini berakar pada dua masalah Utama, kepelatihan dan favoritisme dalam pemilihan tim pelatih. Pada aspek kepelatihan, ia membandingkan durasi Training Center (TC) yang lebih lama dari tim lain, namun hasilnya justru mengecewakan.

"TC tim ini lebih lama ketimbang TC lain untuk AFF atau U23. Bahkan Sumardji, tim manajer bilang, ini suasana bagus, mirip era STY, tapi kenyataannya seperti ini. Flopnya jauh sekali," ungkapnya.

Towel secara terbuka mengkritisi taktik yang digunakan, terutama ketergantungan berlebihan pada satu strategi yang dianggapnya sebagai tanda keputusasaan. "Saya kritisi cara main. Harus menang betul. Cuma jika selalu mengandalkan lemparan ke dalam itu tanda tidak punya akal dan cara. Berapa kali Robi Darwis lakukan itu? Saya pun tak tahu Robi Darwis main di bek kiri atau central? Ada kebingungan di Indra Syafri."

Pernyataan Zainuddin Amali yang memuji Indra Syafri sebagai pelatih bertangan dingin dan mengedepankan sports science dibantah pun dipertanyakan. "Lalu Zainuddin Amali bilang Indra pelatih bagus, bertangan dingin, pendekatan sports science, bla.. bla sehingga target emas. Tapi itu semua hanya omong kosong. Saya pertanyakan pernyataan itu. Argumentasi Zainuddin Amali tidak ada satupun yang benar soal sepakbola."

Towel menilai pemilihan Indra Syafri bukan didasarkan pada mekanisme yang benar atau kompetensi, melainkan karena adanya faksi dan favoritisme di tubuh Timnas SEA Games 2025.

"Timnas SEA Games 2025 itu faksinya Zainuddin Amali sementara Amali tidak punya ruang lingkup sepakbola. Dia memilih Indra Syafri karena favoritisme saja, sementara banyak pelatih lainnya yang bagus yang sudah lisensi pro. Tapi kenapa Indra Syafri terus."

Ia bahkan menyinggung perpecahan faksi pasca-kegagalan Piala Dunia dan menegaskan Timnas U-22 berada di bawah faksi Amali, yang menyebabkan keputusan pemilihan pelatih menjadi bias. Menutup pernyataannya, Tommy Welly menegaskan bahwa sebagai untuk Timnas U 22 Indonesia ini, Zainuddin Amali tidak bisa lepas tangan dari hasil buruk ini.

"Jadi sebagai PIC untuk timnas ini adalah Amali maka ia harus tanggung jawab," pungkasnya.***

wwwwww