Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Sepakbola
SEA Games ke-33 Thailand 2025

Ini Kata Zainuddin Amali Soal Gagal Total Target Timnas

Ini Kata Zainuddin Amali Soal Gagal Total Target Timnas
Wakil Ketua Umum PSSI, Zainuddin Amali. (PSSI)
Sabtu, 13 Desember 2025 09:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Wakil Ketua Umum PSSI, Zainuddin Amali, buka suara setelah Timnas U22 Indonesia pulang lebih cepat dari SEA Games ke-33 Thailand 2025. Dengan status juara bertahan dan target medali emas yang ia deklarasikan sendiri, kegagalan lolos dari fase grup membuat sorotan langsung tertuju pada mantan Menpora tersebut—apalagi target yang ia tetapkan melampaui prediksi pemerintah yang hanya membidik medali perak.

Skuad Indra Sjafri tampil jauh di bawah ekspektasi. Kekalahan 0-1 dari Filipina pada laga pembuka membuat langkah Garuda Muda terseok sejak awal. Kemenangan 3-1 atas Myanmar tak cukup mengangkat posisi Indonesia di Grup C, sementara peluang lolos sebagai runner-up terbaik ikut menguap setelah Malaysia unggul produktivitas gol.

Di tengah kritik publik, Amali mencoba meluruskan pernyataannya. Ia menyebut target emas bukan perbedaan visi, melainkan “motivasi” untuk pemain. Pernyataan ini memunculkan kesan target yang sebelumnya dielu-elukan kini diposisikan sekadar retorika, bukan komitmen yang harus dipertanggungjawabkan.

“Sebenarnya tidak ada perbedaan target. Pemerintah punya hitungan, PSSI menyampaikan target emas untuk memotivasi pemain. Intinya semua ingin yang terbaik,” ujarnya, Jumat (12/12/2025) malam.

Amali mengakui kegagalan ini harus diterima dan akan dievaluasi oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Ia menyinggung persiapan yang tidak seoptimal edisi 2023 sebagai salah satu faktor, namun belum mau memastikan apakah kegagalan ini akan berujung pada pergantian pelatih atau perubahan struktur tim.

“Kita harus menerima kenyataan. Evaluasi pasti ada, tapi apakah pelatih diganti atau tidak, itu ranah Exco,” katanya.

Dengan target emas yang kini dianggap “pemantik motivasi,” kegagalan total Timnas U22 kembali menegaskan satu hal, publik menuntut Amali sebuah akuntabilitas dan pertanggunganjawab, bukan sekadar kata-kata. ***

wwwwww