Iconic Tourist Tampil Memukau di HUT ke-25 IDC Indonesia, Dipuji Musisi Senior Tanah Air
![]() |
| Iconic Tourist. (Foto: Rezagrafer) |
Penulis: Mambang Yazid
Penampilan ini menandai panggung besar perdana Iconic Tourist sekaligus mempertegas posisi mereka sebagai representasi generasi baru dalam lanskap musik Indonesia.
Di tengah perayaan seperempat abad perjalanan IDC Indonesia, kehadiran Iconic Tourist tampil bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan simbol regenerasi visi dan semangat baru yang diusung perusahaan. Band ini dinilai mampu menerjemahkan semangat transisi menuju masa depan yang lebih kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman digital.
Iconic Tourist digawangi Jova Quincy Rangkuti (vokal/gitar), Reno Rendragraha (drum), Ananda Viguno (gitar), dan Tyo Priohutomo (bass). Dalam pertunjukan tersebut, mereka membawakan sejumlah lagu dari album debut If There Were A Band At The Opera, seperti Give It To Me, Dangerous Circle, hingga Too Tired, dengan tata panggung dan pencahayaan berskala besar.
“Sebuah kehormatan untuk kami bisa tampil full di hari jadi IDC ini. Panggungnya istimewa dan dipersiapkan dengan sangat serius. Ini menjadi momentum penting bagi Iconic Tourist untuk terus menampilkan karya-karya terbaik kami,” ujar Jova Rangkuti.
Terkait penggunaan lirik berbahasa Inggris dalam karya-karyanya, Jova menegaskan hal itu lahir dari kenyamanan bermusik yang ia bangun bersama rekan-rekannya. “Tidak ada pertimbangan khusus soal lirik barat. Ini tentang kenyamanan kami dalam berekspresi. Lagu-lagu kami banyak berisi kritik sosial yang kami sampaikan dengan jujur dan apa adanya,” jelasnya.
Apresiasi terhadap penampilan Iconic Tourist juga datang dari kalangan musisi senior Tanah Air. Bongki BIP menilai band ini memiliki identitas kuat di tengah industri musik saat ini. “Mereka punya ciri khas sendiri dan berbeda dari band lain. Iconic Tourist bisa jadi pembeda di era musik sekarang,” katanya.
Sementara itu, Thomas Ramdhan dari GIGI mengaku terkesan dengan kualitas panggung yang ditampilkan. “Tadi kita lihat langsung perform mereka di stage. Luar biasa. Ini band berkelas dan keren,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Ivan Slank yang menilai pilihan lirik berbahasa Inggris bukanlah hambatan. “Mereka main musik dengan rasa mereka sendiri. Lirik barat itu bukan masalah, karena sekarang sudah sangat akrab. Teruskan saja genre dan karakter musik kalian,” ungkap Ivan.
Sejalan dengan semangat acara, CEO IDC Indonesia Sri Handayani Rangkuti (Aie) menyebut konsep perayaan sengaja dibuat cair dan penuh hiburan. “Kami kemas HUT ke-25 ini dengan konsep full entertain, santai, tanpa seremoni resmi, agar semua bisa menikmati kebersamaan dengan hiburan musik dari Iconic Tourist,” tuturnya.
Ke depan, Iconic Tourist memastikan akan terus melanjutkan perjalanan bermusiknya dari satu panggung ke panggung lain di berbagai daerah. Dengan identitas musikal yang kuat dan dukungan lintas generasi, band ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ikon baru di kancah musik Indonesia. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Hiburan, DKI Jakarta |













