Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

East x West Combat Sports Festival, Aksi Sosial Bantu Korban Banjir Sumatera

East x West Combat Sports Festival, Aksi Sosial Bantu Korban Banjir Sumatera
East x West Combat Sports Festival. (Ist)
Senin, 15 Desember 2025 23:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Panggung kolaborasi olahraga, musik, dan solidaritas sosial itu bernama East x West Combat Sports Festival telah menyatukan petarung terbaik Indonesia. Ajang ini tak sekadar menghadirkan duel sengit antar atlet, tetapi juga membawa misi kemanusiaan, dimana seluruh hasil penjualan tiket akan didonasikan untuk membantu korban bencana di wilayah Aceh–Sumatera.

Promotor East x West Combat Sports Festival, Kevin Valentino Rouw dari Melanesian Clan mengatakan, konsep East versus West terinspirasi dari rivalitas legendaris yang telah lama hidup di dunia hip-hop. Namun, rivalitas tersebut justru dihadirkan sebagai sarana pemersatu.

“Kami tidak memisahkan, tetapi ingin mengangkat potensi olahraga combat dari seluruh Indonesia. Label Timur dan Barat kami gunakan agar pembinaan dan fokus atlet lebih terarah. Di sini semua berdiri setara," kata Kevin di Jakarta.

Menurut Kevin, East x West Combat Sports Festival merupakan hasil kolaborasi antara Melanesian Clan dan The Faithers yang lahir dengan semangat persatuan. Melalui persaingan di dalam ring, pihaknya ingin membangun identitas baru dalam dunia combat sports nasional yang tidak memandang latar belakang geografis maupun sosial.

"Timur atau Barat, besar atau kecil, semua hadir dalam satu nilai yang sama, yaitu respect. Festival ini menjadi ruang bertemunya komunitas, atlet, musik, dan penonton," tegasnya.

Panggung utama festival ini dibangun dari rivalitas panas antara Yunus Martin Wamaer dan Bokir Sasmita. Selain laga tersebut, kubu East dan West telah menyiapkan deretan petarung andalan.

Tim East diperkuat oleh Ardi Lumihi, Rio Ludji, Axel Rahakratat, Brayen, Pazzcal Tanoy, Ahmad Sopiyan, Hendrikus, Stevi, dan ZB. Sedangkan Tim West menurunkan Riyanto, Barqy Priambodo, Kong Paul, Suryadi Tambunan, Dennis Abdurrachim, Fajar Arlions, Rendy Singgih, Endi Junior, serta Amalina.

Salah satu sorotan utama adalah perebutan sabuk kick boxing perempuan pertama KBI Pro yang mempertemukan ZB dan Amalina. Duel ini dinilai menjadi tonggak penting bagi perkembangan atlet perempuan di cabang olahraga combat.

"Ini momentum bersejarah. Laga ini menandai semakin terbukanya ruang bagi atlet perempuan untuk tampil dan bersaing di level tertinggi combat sports Indonesia," papar Kevin.

Dukungan juga datang dari The Faithers. Perwakilan The Faithers, Zidan Khadafi, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung perkembangan combat sports nasional melalui media dan publikasi. "Kami percaya exposure sangat penting bagi atlet. Dukungan media akan meningkatkan motivasi mereka untuk berprestasi dan berkembang," ujarnya.***

wwwwww