Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
5 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Badminton

Gubernur DKI Dukung Hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi Tahun 2025

Gubernur DKI Dukung Hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi Tahun 2025
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung nyatakan dukungan hasil Kongres MKB Tahun 2025. (Ist)
Senin, 15 Desember 2025 18:31 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendukung penuh hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi Tahun 2025 yang berlangsung di Museum M.H. Thamrin, Senen, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Hasil kongres tersebut diharapkan dapat memperkuat dan menyatukan seluruh masyarakat Betawi dalam satu Lembaga Adat Betawi.

 
"Hari ini, saya bersyukur bisa hadir dan sekaligus menerima hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi Tahun 2025. Kami mendapatkan saran dan masukan dari Kongres Istimewa ini yang akan segera ditindaklanjuti," kata Pram, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.
 
Menurut Pram, pembentukan kelembagaan adat Betawi merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang telah menempatkan budaya Betawi sebagai budaya utama di Jakarta, sehingga penguatan kelembagaan adat menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
 
Meskipun lembaga adat Betawi belum terbentuk, Gubernur Pramono menandaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengarusutamakan budaya Betawi dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah. 
 
Ia mencontohkan, semua acara di Balai Kota Jakarta kini menampilkan identitas Betawi, seperti pelantikan pejabat eselon yang menggunakan baju adat Betawi ujung serong untuk pria dan kebaya encim untuk wanita.
 
"Saya sebagai Gubernur DKI Jakarta berkomitmen tentang pemajuan budaya Betawi. Bahkan, di Balai Kota akan diramaikan dengan simbol-simbol utama yang menampakkan wajah Betawi. Papan-papan iklan, batas kota, gedung-gedung, juga menampilkan nuansa Betawi," terangnya.
 
Pram menilai posisi Pemprov DKI sejajar dengan masyarakat Betawi. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta memberikan kewenangan penuh kepada Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo untuk memimpin dan mengoordinir proses pencerminan serta penguatan kelembagaan adat Betawi.
 
"Beliau (Fauzi Bowo) yang akan berunding dengan Saudara-saudara sekalian. Pemprov DKI tidak mencampuri urusan internal kaum Betawi. Kami terima hasil Kongres Istimewa ini," ungkapnya.
 
Setelah mendapatkan kesepakatan dari seluruh kaum Betawi terkait perumusan struktur dan penentuan nama lembaga adat, Pemprov DKI akan mengawal dan mendukung agar lembaga adat punya kedudukan yang kuat, berwibawa, dan dihormati oleh semua pihak dengan membuatkannya sebuah payung hukum.
 
"Untuk itu, kami mendorong pemberian kepastian arah dan kelembagaan, termasuk penegasan posisi Lembaga Adat Betawi dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemajuan Kebudayaan Betawi melalui proses perumusan yang inklusif bersama para pemangku kepentingan hingga ditetapkan menjadi peraturan daerah," jelasnya.
 
Pram menyebut, Kongres Istimewa Kaum Betawi Tahun 2025 sebagai ruang aspirasi masyarakat Betawi dalam menyikapi posisi, peran, dan arah pemajuan budaya Betawi sebagai identitas kultural Jakarta. Melalui kongres ini, ia meyakini, kebudayaan Betawi dapat terus berkembang agar tetap hidup dan dikenali oleh generasi muda.
 
"Pascakongres ini, saya berharap terbentuk kelembagaan Betawi yang profesional, kuat dan berwibawa, sehingga budaya Betawi tetap lestari, relevan dengan zaman, dan menjadi fondasi bagi Jakarta sebagai kota yang maju, inklusif dan berbudaya," bebernya.
 
Pram menegaskan, Pemprov DKI terus mendukung para seniman serta pelaku budaya Betawi untuk memperkuat ekosistem kebudayaan Betawi dan memastikan proses pewarisan nilai-nilai dapat berlanjut dalam merekam dinamika perkotaan. 
 
Ia menginginkan Jakarta dibangun di atas semangat inklusivitas yang menempatkan pelestarian dan pemajuan budaya lokal sebagai bagian penting dari jati diri kota, termasuk budaya Betawi sebagai akar kultural Jakarta.
 
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo menyambut baik komitmen dan keputusan Gubernur DKI Jakarta. 
 
Ia menuturkan, kaum Betawi memilih tekad untuk bersatu, hidup guyub dan rukun, serta berperan aktif dalam mendukung Jakarta sebagai kota global.
 
"Kami sudah menyampaikan kebulatan tekad untuk bersatu mendukung Jakarta sebagai kota global yang lebih maju ke depan di bawah kepemimpinan Bang Anung (Pramono Anung), Gubernur kita," pungkas Fauzi Bowo. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww