Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Olympic

Teguran soal Ongkos Ojek Picu Penikaman Maut di Medan

Teguran soal Ongkos Ojek Picu Penikaman Maut di Medan
Ilustrasi (net)
Senin, 15 Desember 2025 17:33 WIB

MEDAN – Tragedi berdarah terjadi di Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, setelah seorang pemuda bernama Rio (20) tewas akibat tikaman senjata tajam. Insiden itu bermula dari teguran korban terhadap seorang pria yang diduga kerap membuat keributan di lingkungan tersebut.

Peristiwa penikaman terjadi Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 23.30 WIB di Gang Mushola. Korban diketahui merupakan anak dari Kepala Lingkungan setempat.

Adik korban, Egy Prayoga Lesmana, menceritakan sebelum kejadian ia bersama Rio dan seorang temannya berada di sekitar sungai untuk memantau debit air, mengingat kawasan tersebut sering terdampak banjir.

“Kami sedang lihat kondisi sungai,” ujarnya saat ditemui di rumah duka, Senin (15/12/2025).

Tak lama kemudian, teriakan minta tolong terdengar dari arah gang. Saat didatangi, Rio sudah terlibat perkelahian dengan pelaku.

“Satu lawan satu. Abang pegang besi, pelaku pegang senjata tajam seperti keris. Saya mau membantu, tapi warga menahan,” kata Egy.

Saksi mata Orita mengungkapkan, sebelum perkelahian pecah, sempat terjadi cekcok. Menurutnya, Rio menegur pelaku karena tidak membayar ongkos ojek dan dinilai merugikan orang lain.

“Kata Rio, ‘Jangan begitu, bayarlah, kasihan orang tua’. Setelah itu emosi,” tuturnya.

Dalam kondisi terluka, Rio sempat meminta pertolongan. Warga segera membawanya ke Rumah Sakit Bina Kasih, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tusuk yang cukup parah.

Kepala Lingkungan 11 Sunggal, Iwan Lesmana, mengatakan ia terbangun setelah mendapat kabar dari warga. Bersama warga, ia ikut mengamankan pelaku yang sempat hendak melarikan diri.

“Pelaku mau kabur, tapi berhasil kami tangkap. Karena warga emosi, saya langsung bawa ke Polsek Sunggal,” ujarnya.

Iwan juga menyebut pelaku dikenal sering meresahkan warga. “Sering bikin rusuh. Banyak laporan ke saya, tapi warga takut melapor resmi,” katanya.

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan pelaku sudah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan.

“Benar, pelaku sudah kami tahan. Motif masih kami dalami,” ucap Bambang.

Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap secara utuh latar belakang peristiwa yang merenggut nyawa pemuda tersebut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kumparan.com
Kategori:Olympic, Voli, Sumatera Utara
wwwwww