Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Kericuhan di Area PT SRM, WN China Terlibat Penyerangan Aparat

Kericuhan di Area PT SRM, WN China Terlibat Penyerangan Aparat
Mobil perusahaan yang dirusak WN China di Ketapang.
Selasa, 16 Desember 2025 10:25 WIB

KETAPANG – Insiden serius terjadi di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sebanyak 15 warga negara China diduga terlibat penyerangan terhadap petugas pengamanan perusahaan dan anggota TNI yang berada di lokasi.

Dalam peristiwa tersebut, lima anggota TNI dilaporkan menjadi korban penyerangan. Selain itu, satu unit mobil dan satu sepeda motor milik PT SRM mengalami kerusakan berat. Para pelaku diduga membawa senjata tajam, airsoft gun, serta alat setrum.

Chief Security PT SRM, Imran Kurniawan, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan peristiwa terjadi di Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 15.40 WIB.

“Dalam aksi tersebut, satu mobil dan satu sepeda motor perusahaan kami dirusak oleh WN China,” ujar Imran, Senin (15/12/2025).

Imran menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB ketika petugas pengamanan sipil PT SRM tengah berjaga dan mendapati adanya aktivitas drone di sekitar area perusahaan. Bersamaan dengan itu, lima anggota TNI dari Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya Anjungan yang sedang melaksanakan latihan dasar satuan di lokasi ikut melakukan pengejaran terhadap pilot drone tersebut.

“Jadi total ada enam orang yang mengejar, satu dari pengamanan kami dan lima anggota Yonzipur 6/SD,” paparnya.

Sekitar 300 meter dari pintu masuk perusahaan, tim pengejar mendapati empat WN China yang diduga menerbangkan drone. Namun, ketika mereka turun dari kendaraan, sebelas WN China lainnya tiba-tiba datang menyusul.

“Mereka membawa empat bilah senjata tajam, airsoft gun, dan alat setrum. Mereka langsung melakukan penyerangan,” kata Imran.

Karena kalah jumlah dan untuk menghindari bentrokan yang lebih luas, anggota pengamanan dan TNI memilih mundur dan berlari kembali ke area perusahaan. Hingga kini, motif penerbangan drone maupun penyerangan tersebut belum diketahui secara pasti.

Akibat insiden itu, PT SRM mengalami kerugian material berupa kerusakan berat pada satu unit mobil dan satu sepeda motor. Pihak perusahaan juga mengamankan satu bilah senjata tajam yang diduga digunakan pelaku.

“Kami sudah menghubungi Polsek Tumbang Titi. Anggota kepolisian sudah datang untuk mendalami kejadian,” ujarnya.

Kapolsek Tumbang Titi, Iptu Made Adyana, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan hingga kini pihak PT SRM belum membuat laporan resmi ke kepolisian.

“Belum ada laporan resmi. Sampai saat ini situasi di lokasi sudah kondusif,” jelasnya.

Made menambahkan, pihak perusahaan masih berkoordinasi dengan tim pengacara terkait langkah hukum selanjutnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Kalimantan Barat
wwwwww