DPR Minta MBG Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah Karena Tak Efektif
![]() |
| Ilustrasi makan bergizi gratis. (Ist) |
Rabu, 24 Desember 2025 11:07 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini meminta, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama libur sekolah.
Menurutnya, pelaksanaan MBG di masa liburan tidak efektif, berisiko menurunkan kualitas gizi, serta berpotensi membebani orang tua dan anggaran negara.
"Seharusnya di masa liburan sekolah, MBG diliburkan juga karena tidak efektif untuk menjangkau siswa," kata Yahya Zaini, Rabu (24/12/2025).
Yahya menyoroti, kualitas menu MBG saat libur sekolah yang dinilai tidak memenuhi standar gizi. Ia menyebut, temuan tersebut didapat Komisi IX saat melakukan pemantauan langsung di Kota Tangerang.
"Pertama, menu yang disajikan bukanlah menu yang dimasak, melainkan makanan siap saja. Hal ini terbukti waktu kunjungan Komisi IX ke Kota Tangerang di saat libur sekolah. Menu yang disajikan oleh SPPG adalah makanan berupa roti, pisang dan susu sehingga mengurangi standar gizi," ujarnya.
Selain itu, skema pengambilan makanan ke sekolah saat siswa libur dinilai memberatkan orang tua karena memunculkan biaya tambahan.
"Kedua, kalau makanan diantar ke sekolah sementara siswa lagi libur akan memberatkan orang tua karena harus memberikan uang transport kepada anaknya hanya untuk mengambil makanan," jelasnya.
Yahya menilai, opsi pengantaran makanan ke rumah siswa berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran dan persoalan teknis, mengingat sebaran rumah siswa yang luas.
"Ketiga, kalau makanan diantar ke rumah masing-masing akan menambah biaya transportasi dan lebih rumit karena rumah siswa tersebar secara meluas. Kemudian biaya transportasi menjadi beban siapa? Tidak mungkin dibebankan kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) karena jumlahnya cukup besar," ucap Yahya.
"Kalau dibebankan kepada BGN ini menjadi pemborosan. Jadi kebijakan BGN yang tetap membagi makanan di saat libur sekolah sebaiknya dievaluasi, karena membebani orang tua, SPPG dan BGN sendiri," sambungnya.
Meski demikian, Yahya menegaskan, dukungannya agar MBG tetap berjalan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Kalau MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita boleh tetap dijalankan karena selama ini diantar ke rumah masing-masing," pungkasnya.
Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sejumlah alternatif penyaluran MBG selama masa libur sekolah. Kepala BGN, Dadan Hindayana memastikan, program untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan.
"Untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita seperti biasa. Untuk Anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah," beber Dadan, Minggu (21/12). ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Sumber | : | Detik.com |
| Kategori | : | Nasional |













