Pemprov DKI Siapkan Rp 2,62 Triliun untuk Redam Banjir dan Rob hingga 2027
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist) |
Rabu, 24 Desember 2025 14:09 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,62 triliun untuk memperkuat sistem pengendalian banjir dan rob di ibu kota selama periode 2025-2027. Program tersebut diberi nama JakTirta, yang dirancang sebagai solusi jangka menengah menghadapi banjir rutin yang kerap melanda Jakarta.
Komitmen ini ditandai dengan pencanangan penandatanganan kontrak proyek oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bersama para pelaksana pekerjaan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, JakTirta bukan proyek darurat, melainkan upaya sistematis membangun ketahanan kota terhadap ancaman banjir dan rob yang terus berulang.
"Nilai dari penandatanganan ini Rp 2,62 triliun untuk memperkuat ketahanan kota Jakarta terhadap banjir dan rob. Untuk penanganan proyek banjir di Jakarta kita namakan dengan JakTirta. Kenapa JakTirta, Jak adalah Jakarta, Tirta adalah air," ujar Pram di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (24/12).
Ia menjelaskan, proses tender dimulai sejak pertengahan 2025, kontrak ditandatangani pada akhir 2025, dan pekerjaan fisik akan berlangsung mulai awal 2026 hingga akhir 2027.
"Mudah-mudahan ini adalah program menengah, maka paket ini juga sampai dengan akhir tahun 2027. Mudah-mudahan dengan demikian penanganan tanggul, embung dan sebagainya menjadi lebih baik," ucapnya.
Pram menyebut, penandatanganan kontrak dilakukan lebih awal untuk menghindari penumpukan pekerjaan dan persoalan serapan anggaran di akhir tahun.
"Karena ini memang penanganan untuk jangka menengah dan seperti yang saya sampaikan bahwa saya mengizinkan kontraknya itu ataupun prosesnya itu dilakukan lebih awal, tidak ditumpuk di akhir tahun kemudian menyebabkan kesibukan yang luar biasa di bulan November dan Desember," imbuhnya.
Menurut Pram, pola penanganan banjir yang bersifat reaktif sudah tidak relevan bagi Jakarta yang menghadapi banjir dan rob hampir setiap tahun.
"Penanganan banjir di Jakarta, sekali lagi, tidak bisa hanya bersifat jangka pendek atau kalau terjadi banjir baru kemudian kita tergopoh-gopoh," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menyampaikan, proyek JakTirta terbagi dalam empat klaster utama, yakni pembangunan sistem polder, normalisasi kali dan sungai, pembangunan embung atau waduk, serta perkuatan tanggul pengaman pantai.
"Lokasi-lokasi yang akan kami kerjakan diarahkan untuk menangani genangan pada wilayah-wilayah yang secara historikal mengalami kejadian genangan berdasarkan data sebaran genangan periode tahun 2020 sampai dengan 2024, periode genangan dan banjir yang berulang," jelas Ika.
Secara rinci, paket pekerjaan meliputi sembilan paket pembangunan sistem polder di 13 lokasi dengan penambahan 63 unit pompa baru, pembangunan dua embung di tiga lokasi, pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang dua kilometer, serta revitalisasi sungai sepanjang dua kilometer. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













