Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Perjalanan Panjang Martina Menjadi Peraih Medali Terbangak di SEA Games Thailand 2025

Perjalanan Panjang Martina Menjadi Peraih Medali Terbangak di SEA Games Thailand 2025
Atlet triathlon putri Indonesia, Martina Ayu Pratiwi. (Foto: Kemenpora)
Selasa, 06 Januari 2026 21:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Prestasi spektakuler dicetak atlet triathlon putri Indonesia, Martina Ayu Pratiwi. Pada penampilan perdana di ajang multi event internasional, perempuan asal Gresik ini tercatat mencetak sejarah sebagai atlet peraih medali terbanyak pada SEA Games ke-33 Tuailand 2025.

Total ada tujuh medali yang dibawa pulang Martina, terdiri lima medali emas dan dua medali perak. Medali emas didulang dari sejumlah nomor unggulan termasuk triathlon individual putri serta beberapa nomor relay, baik kategori putri maupun campuran, sedangkan medali perak diraih dari nomor beregu. 

“Debut SEA Games saya yang takkan pernah saya lupakan. Lima medali emas dan dua medali perak adalah pencapaian terbaik dalam perjalanan saya sebagai atlet sejauh ini,” ungkap Martina.

Atlet 21 tahun ini menyatakan, bukan hal mudah untuk bisa mendapatkan prestasi ini. Dirinya mesti melewati serangkaian proses latihan panjang penuh suka dan duka, penuh cucuran keringat dan air mata. Bahkan Martina sempat mengalami frustrasi.

“Di balik setiap medali, ada proses panjang yang tidak selalu mudah. Ada jatuh, ragu, lelah, dan momen frustrasi. Namun dari semua itu, saya belajar untuk bertahan, percaya, dan terus melangkah satu hari demi satu hari. Proses inilah yang membentuk saya hingga bisa berdiri di titik ini,” jelasnya.

Menurut Martini, kemenangannya di arena pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara ini bukan semata hasil perjuangannya sendiri. Melainkan juga buah dukungan serta doa tiada henti dari semua pihak yang ingin melihatnya mengibarkan Merah Putih di panggung dunia.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pelatih atas kesabaran dan arahannya, federasi atas kepercayaan dan dukungannya, keluarga atas doa dan kekuatan yang tak pernah putus, serta tim dan teman-teman yang selalu berjalan bersama saya dalam suka dan duka. Tanpa kalian, perjalanan ini tidak akan sama,” ucap Martina yang mengawali karier triathlon-nya dari olahraga renang.

Meski telah mencatat sejarah SEA Games, Martina mengaku akan terus belajar untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya. Khususnya menghadapi ajang-ajang triathlon di masa yang akan datang, guna menjadikan lagu Indonesia Raya kembali berkumandang di podium.

“Saya bangga dengan hasil ini, bersyukur atas setiap prosesnya, dan tetap rendah hati untuk terus belajar. Perjalanan masih panjang, dan saya siap melangkah ke tantangan berikutnya dengan semangat yang sama,” tandasnya. ***

wwwwww