Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Hiburan

Billie Eilish Kecam Pelanggaran Hak Sipil dan Kekerasan ICE di Era Trump

Billie Eilish Kecam Pelanggaran Hak Sipil dan Kekerasan ICE di Era Trump
Billie Eilish. (Instagram)
Selasa, 20 Januari 2026 20:07 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Penyanyi Billie Eilish melontarkan kritik keras terhadap pelanggaran hak sipil dan kekerasan yang dikaitkan dengan kebijakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di bawah pemerintahan Donald Trump. Pernyataan itu disampaikan Eilish saat menerima Martin Luther King Jr Beloved Community Award for Environmental Justice di Atlanta.

Dalam pidatonya, Billie Eilish mengaku merasa ironis menerima penghargaan di tengah situasi sosial dan politik Amerika Serikat yang menurutnya kian memburuk.

“Sangat aneh dirayakan karena memperjuangkan keadilan lingkungan pada saat rasanya hal itu semakin sulit dicapai, melihat kondisi negara dan dunia saat ini,” kata Billie Eilish, seperti dikutip Rolling Stone. Pelantun Bad Guy itu menyoroti berbagai isu serius, mulai dari dugaan penculikan warga, kekerasan terhadap demonstran damai, hingga pencabutan hak-hak sipil.

Billie Eilish juga mengkritik pemangkasan sumber daya untuk mengatasi krisis iklim, sementara industri bahan bakar fosil dan pertanian hewan dinilai terus merusak lingkungan.

“Kita melihat tetangga kita diculik, demonstran damai diserang dan dibunuh, hak-hak sipil kita dicabut, serta akses terhadap makanan dan layanan kesehatan berubah menjadi hak istimewa bagi orang kaya, bukan lagi hak dasar bagi semua warga Amerika,” ujarnya. “Sulit merayakan apa pun ketika kita tidak lagi merasa aman di rumah maupun di jalan.”

Meski demikian, Eilish menutup pidatonya dengan nada lebih optimistis. Ia mengaku terinspirasi oleh para penerima penghargaan lain dan komunitas yang terus bergerak berdasarkan pesan perdamaian dan keadilan ala Martin Luther King Jr.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tuanya, terutama sang ibu, atas nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil.

Sikap vokal Eilish terhadap isu sosial bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, saat menerima penghargaan di Wall Street Journal Innovator Awards pada Oktober lalu, ia juga melontarkan kritik terhadap ketimpangan ekonomi.

“Jika kamu seorang miliarder, kenapa harus menjadi miliarder? Tidak bermaksud membenci, tapi berikan uangmu,” ucapnya kala itu.

Pada kesempatan yang sama, terungkap bahwa Eilish menyumbangkan sekitar 11,5 juta dolar AS dari tur terbarunya untuk berbagai organisasi sosial dan kemanusiaan. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, DKI Jakarta
wwwwww